PALU, theopini.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak gejolak situasi global yang dinilai dapat berimbas pada stabilitas keamanan dan ekonomi daerah.
Hal itu, ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Antisipasi Dinamika Perkembangan Situasi Global Tahun 2026 di Lapangan Apel Mako Polda Sulawesi Tengah, Selasa pagi, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut, menegaskan kesiapan personel, sarana, serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, termasuk dampak ekonomi global dan agenda nasional yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial di wilayah Sulawesi Tengah.
“Perkembangan situasi geopolitik global saat ini, khususnya eskalasi konflik di beberapa kawasan, berpotensi memicu instabilitas yang berdampak pada perekonomian nasional, mulai dari kenaikan harga BBM, biaya produksi, hingga inflasi dan potensi pengangguran,” ujar Wakapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf dalam amanatnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut dapat berimbas pada dinamika sosial masyarakat yang perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi gangguan di wilayah Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Selain faktor global, Polda Sulawesi Tengah juga menyoroti potensi kerawanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang kerap diwarnai aksi unjuk rasa berskala besar dan dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas maupun situasi kamtibmas.
Wakapolda Helmi turut menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat langkah deteksi dini, patroli, serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat, termasuk memperkuat edukasi publik agar tidak mudah terprovokasi isu maupun hoaks.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono menegaskan bahwa kepolisian siap menjaga stabilitas keamanan daerah melalui langkah terukur dan kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Mari bersama menjaga Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar