PALU, theopini.id — Gubernur H. Anwar Hafid, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, dalam membangun ekonomi daerah agar Sulawesi Tengah mampu menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat nasional.
“Apapun yang dilakukan pemerintah, muaranya adalah bagaimana kondisi keuangan di suatu daerah. Kalau keuangannya bagus, berarti pertumbuhan daerah itu juga baik. Tapi kalau keuangan tersendat, maka kondisi masyarakat juga akan sangat terdampak,” ujar Anwar Hafid saat membuka Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH) 2026 di Kota Palu, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, forum ekonomi dan keuangan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, pelaku usaha, BUMN, BUMD, dan seluruh stakeholder dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Anwar menegaskan, Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan lengkap, mulai dari nikel, emas, migas, hasil laut, hingga sektor pertanian dan perkebunan.
Ia menilai, seluruh potensi tersebut harus mampu dikelola secara optimal agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita punya nikel, emas, migas, laut yang kaya, pertanian yang subur. Tinggal bagaimana semua potensi ini menjelma menjadi raksasa ekonomi,” tegasnya.
Gubernur Anwar Hafid juga menekankan, pembangunan ekonomi daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja bersama seluruh pihak.
Karena itu, melalui FRESH 2026, pemerintah daerah berharap lahir berbagai gagasan, strategi, dan langkah kolaboratif dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan global.
Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam terbesar di Indonesia.
Kegiatan itu, turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan BUMN dan BUMD, pelaku usaha, sektor perbankan, serta para peserta forum dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar