Film Budaya Jadi Cara Disdikbud Parimo Kenalkan Tradisi Lokal kepada Pelajar

PARIMO, theopini.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memanfaatkan media film sebagai sarana memperkenalkan budaya dan tradisi lokal kepada ratusan pelajar SD dan SMP.

“Tujuan utama kegiatan ini untuk memperkenalkan film-film yang mengangkat budaya dan tradisi lokal kepada anak daerah,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo, Ninong Pandake di Parigi, Selasa, 5 Mei 2026.

Pemutaran film yang dipusatkan di wilayah Parigi itu, menghadirkan karya produksi Bidang Kebudayaan tahun 2025 dengan muatan edukasi, budaya, dan tradisi lokal yang dikemas lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurut Ninong, media film dipilih karena dinilai lebih efektif dan mudah diterima pelajar dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Selain menjadi hiburan edukatif, film juga dianggap mampu membangun ketertarikan anak-anak terhadap budaya daerah dengan cara yang lebih kreatif.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini, sekaligus memperkuat identitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus budaya luar.

“Film menjadi media yang dekat dengan anak-anak sekarang. Lewat film, pesan tentang budaya dan tradisi bisa lebih mudah dipahami dan menarik untuk mereka,” katanya.

Ninong menjelaskan, pelaksanaan kegiatan saat ini masih difokuskan di wilayah sekitar Parigi dan belum menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Parimo.

Namun, pihaknya berharap program tersebut dapat terus dikembangkan agar lebih banyak pelajar di daerah lain ikut merasakan manfaatnya.

Ia juga berharap, kegiatan itu mampu memotivasi generasi muda untuk mulai berkarya dan mendokumentasikan budaya daerah melalui dunia perfilman.

“Harapannya anak-anak daerah bisa termotivasi membuat karya film sendiri yang menampilkan budaya dan tradisi daerah mereka,” ujarnya.

Selain menjadi sarana edukasi, pemutaran film budaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya lokal di kalangan pelajar Parimo.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar