JAKARTA, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) atas kesiapan daerah dalam mendukung program nasional Sekolah Rakyat.
“Kami mengapresiasi kesiapan Kabupaten Parimo. Secepatnya hasil audiensi dan kesiapan daerah ini, akan kami sampaikan kepada Menteri Sosial untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bupati H Erwin Burase di Gedung Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2026.
Audiensi tersebut dirangkaikan dengan penyerahan dokumen readiness criteria program Sekolah Rakyat oleh Pemda Parimo, sebagai bentuk kesiapan daerah untuk mendukung pembangunan sekolah bagi anak-anak kurang mampu dan anak putus sekolah.
Dalam pertemuan itu, Agus Jabo menegaskan program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah pusat, untuk memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan pendidikan terpadu.
“Presiden menginginkan seluruh masyarakat Indonesia bisa tersenyum dan hidup lebih sejahtera. Negara harus hadir untuk anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara layak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan rentan,” katanya.
Menurutnya, Pemda Parimo dinilai tidak hanya menyampaikan usulan, tetapi juga menunjukkan kesiapan konkret, mulai dari penyediaan lahan hingga dukungan program sosial yang telah berjalan.
“Kalau semua daerah laporannya seperti ini, saya yakin Pak Menteri pasti sangat senang. Karena daerah tidak hanya menyampaikan usulan, tetapi juga menunjukkan kesiapan dan program nyata yang sudah berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Erwin Burase mengatakan Pemda Parimo telah menyiapkan lahan kurang lebih 9,2 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, dan berharap daerahnya dapat masuk dalam tahap ketiga pembangunan nasional tahun ini.
“Kesiapan lahan dan dokumen pendukung telah kami siapkan sebagai bentuk keseriusan daerah,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan mengingat masih terdapat ribuan anak tidak sekolah di sejumlah wilayah Parimo, termasuk di kawasan terpencil dan komunitas adat.
Selain itu, Pemda Parimo juga mulai memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak komunitas adat terpencil melalui kerja sama dengan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah terpencil.
Audiensi tersebut turut, dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Sutoyo, Ketua Komisi I DPRD Parimo, Moh. Irfain, jajaran anggota DPRD, serta sejumlah pejabat Dinas Sosial Parimo.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar