7 Hari Pencarian Tak Berbuah Hasil, Operasi SAR Korban Hanyut di Sungai Lariang Ditutup

POSO, theopini.idKantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu resmi menutup operasi pencarian terhadap Gito Aprianto (31), warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil.

“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui pencarian di atas air maupun penyisiran darat di sepanjang aliran Sungai Lariang. Namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Palu, Rusmadi, Jum’at, 20 Juni 2026.

Menurutnya, keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur SAR yang terlibat serta pihak keluarga korban, sesuai prosedur yang berlaku.

Ia menyampaikan, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian sejak laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada 14 Juni 2026.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, serta penyisiran darat di sepanjang tepian Sungai Lariang. Namun, hingga hari ketujuh operasi, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus Sungai Lariang yang deras dan banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai membuat penggunaan perahu karet tidak dapat dilakukan secara optimal di seluruh area pencarian.

Kondisi tersebut, memaksa tim memperluas penyisiran melalui jalur darat untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Desa Doda Lore, korban hanyut pada Sabtu, 13 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat itu, korban bersama adiknya sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi penambangan emas di kawasan Bulu Tuwo.

Ketika menyeberangi Sungai Lariang, korban diduga terseret arus deras. Adiknya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan korban karena kuatnya arus sungai.

Rusmadi mengatakan, meski operasi SAR telah ditutup, pemantauan akan tetap dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat dibuka kembali.

“Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah membantu proses pencarian,” katanya.

Operasi tersebut, melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, BPBD Kabupaten Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, serta masyarakat setempat.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar