MOROWALI, theopini.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, diarahkan tidak hanya untuk membangun infrastruktur desa, tetapi juga membuka akses dan mempersiapkan kawasan tersebut menuju pengembangan sebagai pusat pemerintahan kecamatan.
Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid mengatakan, pembangunan akses jalan dan sejumlah fasilitas melalui TMMD menjadi langkah penting dalam mendukung rencana pengembangan Umbele, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan. Karena itu, tinggal menunggu kemampuan dan kesiapan kita. Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” ujar Gubernur saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, Jum’at, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan Umbele, apabila nantinya dikembangkan sebagai pusat pemerintahan kecamatan.
Akses jalan yang dibangun melalui TMMD, diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat antarkawasan sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah.
“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” katanya.
Pelaksanaan TMMD ke-123 berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Program tersebut, mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan menjadi bagian dari sinergi TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan kepulauan.
Sejumlah pekerjaan fisik dilaksanakan di wilayah Umbele, antara lain pemasangan jaringan air bersih melalui penyambungan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau, pembukaan jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton, pembangunan tiga unit MCK, tiga ruang terbuka hijau (RTH), rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove.
Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga mencakup program nonfisik berupa penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Anwar Hafid memberikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XXIII/Palaka Wira, atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah, termasuk di kawasan kepulauan.
“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid juga menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Umbele, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan program.
Rangkaian penutupan kemudian ditandai dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira 2026, sebagai simbol pengabdian TNI dalam mendukung pembangunan daerah.
Anwar Hafid menegaskan, pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung, agar pemerataan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.
Upacara penutupan turut dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Morowali, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














