PARIMO, theopini.id – SD Negeri 3 Parigi menjadi salah satu sekolah percontohan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, berkat capaian literasi yang konsisten berada pada kategori hijau dalam Rapor Pendidikan. Sekolah ini diharapkan menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lain untuk meningkatkan kualitas literasi.
“SD Negeri 3 Parigi ini dipilih sebagai sekolah percontohan karena memiliki banyak keunggulan, salah satunya literasinya di Rapor Pendidikan selalu hijau. Kami berharap keunggulan ini bisa diimbaskan kepada sekolah lain,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Sunarti, saat menghadiri peringatan Bulan Bahasa di halaman SD Negeri 3 Parigi, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, SD Negeri 3 Parigi menjadi bagian dari program pilot project dan sister school yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pertukaran praktik baik antarsekolah.
Melalui program tersebut, sekolah dengan capaian literasi yang baik diharapkan dapat menjadi pendamping bagi sekolah lain, terutama yang hasil literasinya masih berada pada kategori merah atau oranye dalam Rapor Pendidikan.
Menurut Sunarti, upaya tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong pemerataan kualitas literasi di Parimo. Capaian literasi daerah itu masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia berharap sekolah-sekolah dengan capaian baik dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya sehingga peningkatan literasi berlangsung lebih merata.
“Dengan demikian, perbaikan literasi dapat berlangsung lebih merata hingga Parimo mampu mengejar target menjadi daerah dengan capaian literasi tertinggi di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Selain capaian literasi, SD Negeri 3 Parigi dinilai berhasil membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Pembiasaan tersebut dimulai sejak siswa tiba di sekolah, ketika guru menyambut kedatangan mereka dan membiasakan pemberian salam. Kegiatan literasi juga digiatkan sejak awal aktivitas belajar.
Praktik tersebut dinilai tidak hanya mendukung peningkatan kemampuan literasi, tetapi juga membantu membentuk karakter peserta didik.
Sunarti berharap budaya positif yang telah diterapkan di SD Negeri 3 Parigi dapat ditularkan kepada sekolah lain melalui program sister school.
Keunggulan sekolah tersebut juga terlihat dari tingginya minat masyarakat saat penerimaan murid baru. Sunarti menyebut SD Negeri 3 Parigi kerap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka.
Ia turut mengapresiasi peran kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang dinilai berkontribusi dalam mempertahankan capaian tersebut. Menurutnya, pengelolaan sekolah yang baik harus ditunjang kompetensi guru, tanggung jawab dalam mendidik, serta kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
Ia berharap capaian SD Negeri 3 Parigi dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Parimo.
“Capaian ini tidak bisa diraih tanpa kekompakan seluruh komponen sekolah. Yang paling penting adalah peran guru, karena manajemen yang baik harus diikuti dengan kompetensi guru,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
















