PARIMO, theopini.id – Sebanyak 45 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memperoleh program revitalisasi pada 2026.
Jumlah tersebut, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menjangkau dua Lembaga PAUD.
“Pada 2026 terdapat sekitar 45 lembaga PAUD yang memperoleh program revitalisasi. Saya berharap jumlah ini terus bertambah agar semakin banyak lembaga memiliki lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak,” kata Bupati Parimo, H. Erwin Burase, saat membuka kegiatan Gebyar PAUD 2026 di halaman Kantor Bupati, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan kembali mengusulkan dukungan kepada pemerintah pusat, agar lebih banyak lembaga PAUD di Parimo memperoleh program revitalisasi pada tahun berikutnya.
Selain pembenahan sarana dan prasarana, Erwin menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah atau PAUD.
Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diikuti kesiapan berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, fasilitas bermain, hingga lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak.
“Kalau pemerintah sudah mengategorikan wajib, tentu pemerintah juga harus mempersiapkan segala kebutuhan yang ada di dalamnya, baik gurunya, fasilitas bermain maupun suasana yang bisa menjamin anak-anak belajar dengan aman, nyaman, dan baik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pendidikan prasekolah tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf dan angka kepada anak.
Lembaga PAUD juga berperan membangun kesiapan fisik, sosial, emosional, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta membentuk karakter dan kebiasaan positif sejak dini.
Dengan pembinaan tersebut, anak diharapkan lebih siap memasuki jenjang pendidikan dasar dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Pada kesempatan itu, Erwin menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD dan seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak.
Ia mengakui, pendidikan usia dini membutuhkan ketulusan, kesabaran, kreativitas, dan komitmen.
“Bapak dan Ibu bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga sedang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, membangun kepercayaan diri, dan meletakkan dasar masa depan generasi penerus Kabupaten Parimo yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News
















