PARIMO, theopini.id – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendorong seluruh instansi terkait berperan aktif, untuk mencari solusi atas data pemilih potensial non Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sebanyak 13.607 jiwa, yang tersebar di 23 kecamatan.
“Ini bukan hanya tugas KPU, tetapi menjadi tugas bersama. Kerena ini harus ada solusi,” kata Anggota Bawaslu Parimo, Iskandar Mardani, di Parigi, Kamis, 27 April 2023.
Baca Juga: Bawaslu Parimo Minta Data Pemilih TMS Hasil Coklit ke KPU
Menurutnya, karena pemilih potensial non KTP tersebut, basisnya berada di desa, Sehingga harus ada perhatian serius.
Khususnya, bagi kepala desa dan aparatur desanya. Mengingat banyak desa yang penduduknya merupakan pendatang dari luar Kabupaten Parimo, tetapi belum merubah identitasnya sesuai domisili saat ini.
Olehnya, kata dia, dibutuhkan kerja aktif kepala desa dan aparatnya untuk melakukan penelusuran data kependudukan warganya di domisili sebelumnya.
“Kalau identitas sebelumnya dapat ditelusuri, ini akan mempermudah pengurusan administrasi kependudukannya,” ujarnya.
Dia menyebut, kepengurusan administrasi untuk warga dengan persoalan tersebut, sebenarnya dipahami Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Parimo.
“Hanya saja, memang dibutuhkan kejelasan informasi dari warga itu sendiri. Makanya, harus didukung kerja-kerja aktif dari kepala desa beserta aparatnya. Apalagi kendala kita, ada petani yang hidup berpindah-pindah,” tukasnya.
Selain itu, untuk menindaklajuti pemilih potensial non KTP tersebut, Bawaslu Parimo juga akan membantu KPU untuk berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Baca Juga: Lagi, Bawaslu Temukan Pantarlih Dibantu Keluarga Saat Coklit
Sebab, Bawaslu Parimo tidak ingin KPU kaku memahami data pemilih hanya secara angka. Padalah, seharusnya dilihat secara kualitatif, karena dalam pemutakhiran data ada kategori pemilih potensial non KTP.
“Lantas kalau ada kategorinya, mau dikemanakan? Apakah hanya habis diangka-angakanya saja. Kan tidak. Harus ada solusi atas persoalan tersebut,” tegasnya.







Komentar