PARIMO, theopini.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah kembali menemukan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) yang menggunakan bantuan keluarga saat Pencocokan dan Penelitian (Coklit) daftar pemilih.
“Setelah di Desa Supilopong, Kecamatan Tomini, kami kembali menerima laporan dari pengawas tingkat bawa tentang temuan Pantarlih yang menggunakan bantuan keluarganya di Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu,” kata Anggota Bawaslu Parimo, Iskandar, di Parigi, Senin, 27 Februari 2023.
Baca Juga : Bawaslu Parimo Temukan Joki Pantarlih Saat Uji Petik
Dia mengatakan, dalam laporan diketahui keluarga Pantarlih tersebut, melakukan Coklit beberapa data pemilih di Desa Lambunu.
Padahal berdasarkan aturan, Coklit tidak boleh dilakukan masyarakat bukan Pantarlih. Sehingga, Bawaslu memberikan saran perbaikan, seperti yang terjadi di Desa Supilopong.
“Alhamudlilah, teman-teman di jajaran KPU telah melakukan Coklit kembali hari ini,” ungkapnya.
Dia menuturkan, koordinasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS), harus menjadi hal penting bagi Pantarlih hingga berakhirnya tahapan Coklit, pada 14 Maret 2022.
Sebab, Iskandar menilai berbagai temuan Bawaslu Parimo karena tidak adanya koordinasi yang efektif. Sehingga, peristiwa di Desa Supilopong dan Desa Lambunu bisa terjadi.
Kemudian, kemungkinan Pantarlih juga memiliki presepsi sendiri, meskipun sebelumnya telah diberikan pembekalan tentang pelaksanaan Coklit.
Bawaslu khawatir, Coklit yang dilakukan oleh masyarakat yang bukan Pantarlih, tidak sesuai mekanisme dan prosedur.
“Apalagi, pelaksanaan Coklit dilakukan bukan hanya mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong (Parimo), Dirwan Korompot membantah, proses Coklit di Tempat Pemungutan Suara (TPS) V, Desa Lambunu dilakukan keluarga Pantarlih.
Keluarga Pantarlih itu, kata dia, hanya mendampingi Pantarlih yang bertugas dan membantu memasang stiker usai Coklit.
Baca Juga : KPU Parimo Bantah Temuan Bawaslu Soal Joki Pantarlih
“Pantarlih itu, tidak bisa mengangkat tangannya pasca kecelakaan. Maka dibantu oleh adiknya menempelkan stiker, bukan mencoklit,” tegasnya.
Dia mengaku, pihaknya telah melakukan Coklit kembali sesuai saran perbaikan Bawaslu, dan tidak ada perbedaan data yang ditemukan pada 15 KK.













