PALU, theopini.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil ditekan hingga persentasenya turun di akhir 2023.
Tercatat, tingkat pengangguran terbuka Sulawesi Tengah pada akhir 2023 berada diangka 2,95 persen turun 0,05 persen, dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 3,75 persen.
Baca Juga: Kurangi Angka Pengangguran, Wapres Dibutuhkan Tenaga Kerja Terampil
Atas capaian itu, Sulawesi Tengah menempati peringkat kelima secara Nasional, setelah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Turunnya pengangguran dan kemiskinan ini, tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Gubernur H Rusdy Mastura saat memimpin rapat internal, di Palu, Selasa, 23 Januari 2024.
Sementara, persentase tingkat pengangguran terbuka kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, juga tercatat mengalami penurunan.
Kota Palu misalnya, tahun sebelumnya 6.15 persen, turun menjadi 5,65 persen pada 2023. Kemudian Kabupaten Morowali dari 3,20 persen tahun sebelumnya, hingga akhir 2023 menjadi 3,12 persen.
Progres penurunan tingkat pengangguran terbuka ini, kata Rusdy Mastura, sangat baik dan harus terus ditekan serta dijaga kestabilannya.
“Satu hal yang pasti, capaian ini diraih berkat kerja sama semua stakeholder, termasuk pelaku usaha karena selalu hadir untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Selain itu, persentase kemiskinan di Sulawesi Tengah juga mengalami penurunan. Kemiskinan ekstrem tahun sebelumnya 3,02 persen, menjadi 1,44 persen pada 2023.
Baca Juga: Parimo Terima Rp8,3 Miliar Dana Pengentasan Kemiskinan Ekstrim
Ia mendorong Pemerintah kabupaten/kota se Sulawesi Tengah melakukan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan memastikan ketepatan sasaran dan integrasi program, yang melibatkan peran serta stakeholder serta masyarakat.
“Selain itu, fokus pada lokasi prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022,” pungkasnya.







Komentar