PARIMO, theopini.id – Warga Sausu Peore, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, merasa resah setelah seorang perempuan bernama Zubaedah (60), diserang buaya, pada 17 Februari 2024.
Warga khawatir, buaya yang tak kunjung ditemukan setelah dua hari pencarian tersebut, akan kembali menyerang saat mereka beraktivitas di kebun.
Baca Juga: Kemunculan Seekor Monyet Liar Resahkan Warga Dolago
“Ini menjadi keresahan masyarakat, karena diperkirakan populasi buaya, sudah cukup banyak dan ukurannya mencapai 3 meter,” kata Kepala Desa Sausu Peore, Ismail, Senin, 19 Februari 2024.
Menurutnya, jalur pembuangan aliran sungai Sausu yang menjadi tempat kemunculan buaya tersebut, merupakan lintas para petani saat menuju perkebunan.
Bahkan, kerap terlihat berada di area perkebunan warga, yang dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat menyerang warga saat berkebun.
Selain Zubaedah yang kini menjalani perawatan medis di RSUD Anuntaloko Parigi, dua korban lainnya telah lebih dulu diserang seekor buaya.
“Kejadian sebelumnya, yang jadi korban warga Sausu Tambu serta Sausu Torono. Mereka diserang buaya, saat memancing serta mencari kerang,” ujarnya.
Selain itu, ternak juga menjadi sasaran serangan buaya. Totalnya, ada tiga ekor sapi di Desa Peore yang digigit, saat meminum air di tepian pembuangan aliran sungai tersebut.
Sehingga karena terus dilanda keresahan, warga akhirnya berinisiatif mencari keberadaan buaya dengan peralatan seadanya.
“Kemarin saat pencarian, warga Dusun I, II dan III, menggunakan tombak dan alat setrum. Bahkan, target mereka, kalau tertangkap akan dibunuh,” tukasnya.
Ia berharap, keresahan warga atas serangan buaya tersebut, mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Sebab, Pemerintah Desa (Pemdes) akan melakukan langka pemusnahan, bila tidak mendapatkan penanganan cepat.
Sementara itu, Warga Desa Peore, Ajik Yasmin mengaku, kerap melihat buaya berukuran besar dengan panjang diperkirakan 4 meter saat menuju ke perkebunannya.
“Saya juga pernah lihat, di atas jembatan saat mau pulang ke rumah. Kadang muncul di kebun. Kalau yang jantan warnanya hitam, betinanya kekuning-kuningan,” pungkasnya.
Baca Juga: DISPKH Parimo Kembali Galakkan Vaksinasi PMK pada Ternak Sapi
Sebelumnya, Zubaedah digigit buaya saat mencari sayur kangkung di pembuangan aliran sungai Sausu. Meski nyawa berhasil diselamatkan berkat petolongan anaknya, namun ia mengalami luka serius di bagian lutut, paha, dan tulang lengan kanan patah.







Komentar