PARIMO, theopini.id – Bappelitbangda Parigi Moutong (Parimo) gandeng akademisi Universitas Tadulako (UNTAD) Palu, Sulawesi Tengah, menyusun roadmap pengendalian inflasi.
“Kita mengupayakan pemetaan agar inflasi bisa terkendali hingga 2027,” ucap Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, di Parigi, Kamis sore, 7 Maret 2024.
Baca Juga: Bank Indonesia Canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
Menurutnya, dengan tingginya inflasi dipastikan akan mengurangi daya beli masyarakat dan tingkat Kemiskinan di Kabupaten Parimo.
Dalam penyusunan roadmap pengendalian inflasi, kata dia, pemerintah perlu memerhatikan keseimbangan antara produsen maupun konsumen.
Roadmap tersebut, akan diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) agar menjadi aturan mengikat dalam mengendalikan inflasi.
“Inflasi Kabupaten Parimo masih sangat terkendali. Pada Januari 2024 terjadi deflasi 0,4 persen lebih, dan Februari 2024, inflasi 0,8 persen. Makanya, kami terus upayakan agar tetap bisa dikendalikan,” ujarnya.
Bahkan, berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS), dengan pengendalian inflasi tersebut, angka kemiskinan eksteim Kabupaten Parimo turun sebanyak 4 digit.
Sementara itu, akademisi UNTAD Palu yang hadir dalam seminar awal penyusunan roadmap pengendalian inflasi ini, untuk mengantisipasi masalah yang di temukan dalam penyusunan.
“Mereka akan membantu, karena setiap saat akan kita mintai pertimbangkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemda Parimo Terima Kunker TPID Kota Palu Bahas Pengendalian Inflasi
Selain kompenten pada bidangnya, para akademisi juga memandang permasalahan yang terjadi dengan menggunakan keilmuannya.
“Mereka juga para pakar di bidang ekonomi, salah satunya seorang guru besar dan juga mantan kepala Bappeda selama delapan tahun,” pungkasnya.






