PARIMO, theopini.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengaku resah dengan maraknya judi online hari-hari ini.
“Tapi karena minimnya sarana dan prasarana pendukung, makanya kami belum masuk sampai ke system atau aplikasinya,” ungkap Kepala Diskominfo Parimo, Enang Pandake, di Parigi, Jum’at, 26 April 2024.
Baca Juga: DKIPS Parimo Prioritaskan Perangkat Jaringan Bagi OPD Pelayanan
Menurutnya, penanganan judi online yang banyak digemari masyarakat, masih menjadi wewenang pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Sebab, kasus kejahatan siber ini terus ditangani Kemenkominfo dengan melakukan pemutusan akses ribuan konten di ruang digital yang memiliki unsur perjudian.
“Kami terkendala dengan sarana. Makanya, saat ini kita hanya sebatas berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara, untuk pengamanan website pemerintah,” katanya.
Soal rencana Kemenkominfo yang akan membentuk Satgas, kata Enang, pihaknya juga masih menunggu petunjuk atau instruksi pemerintah pusat.
Namun dalam waktu dekat, pihaknya bersama Diskominfo Provinsi Sulawesi Tengah, akan mensosialisasikan internet sehat.
Baca Juga: DKIPS Sulteng Gelar Sosialisasi Cerdas Bermedia Sosial Saat Pemilu 2024
Sosialisasi tersebut, akan melibatkan pelajar di tingkat SMA sebagai peserta. Hal ini, juga merupakan upaya menekan angka pengguna situs judi online.
“Di mana nantinya, para pelajar akan diedukasi dan diberikan pemahaman tentang penggunaan ITE ke arah yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.






