TOUNA, theopini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) launching program inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu (Tetra-Pandu), Kamis, 25 April 2024.
Launching bertema “Desain Inovasi Penurunan Daerah Rawan Pangan Sebagai Input Penyelenggaraan Pembangunan Pangan Sulawesi Tengah di Masa Mendatang” ini, digelar di Desa Bambu, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-una (Touna).
Baca Juga: KKP Tetapkan 5 Program Priorias Antisipasi Kerawanan Pangan
“Saat ini, program inovasi Tetra-Pandu ditetapkan telah menjadi salah satu inovasi, dalam rangka mengurangi desa rawan pangan di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Kepala Sub Bagian Perencanaan Ekonomi II, Bappeda Sulawesi Tengah, Mohammad Saleh Nurmustakim L.
Menurutnya, melalui SK Nomor: 500.6.1/15.1/Bappeda-G.ST/2024, Gubernur Sulawesi Tengah telah menetapkan desa percontohan inovasi Tetra-Pandu 2024.
Ia mengatakan, penurunan rawan pangan merupakan isu strategis 20 tahun mendatang di Sulawesi Tengah, dan telah masuk menjadi bagian dari salah satu misi yang diperjuangkan pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 serta rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“Alhamdulillah, hari ini sudah dilaksanakan dan sedang berlangsung Launching pelaksanaan program inovasi Tetra-Pandu 2024 di Desa atau Pulau Bambu,” ujarnya.
Sebagai pilot project tahun ini, kata dia, yakni desa yang masuk dalam kategori desa rawan pangan prioritas pertama, di antaranya Walandano, di Kabupaten Donggala.
Kemudian, Desa Labuan, Toyado, dan Silanca di Kabupaten Poso serta Desa/Pulau Bambu di Kabupaten Touna.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Jadi Program Prioritas Pemdes Pelawa Baru
Kategorisasi desa rawan tersebut, ditentukan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) dan atas usulan masing-masing kepala daerah.
“Dalam kegiatan ini, melibatkan 12 perangkat daerah yang mendukung dan akan mengintervensi untuk menurunkan presentase daerah rawan pangan di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Tojo Una-Una” pungkasnya.















