BANGGAI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai menjalin kerja sama dengan Universitas Tadulako (UNTAD) Palu, Sulawesi Tengah, yang ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan ini, dihadiri langsung Bupati Banggai H Amirudin dan Rektor UNTAD Palu, Prof. Dr. Ir. Amar ST, MT, IPU, ASEAN Eng, Senin, 27 Mei 2024.
Baca Juga: Pemda Parimo-IPAS Indonesia Teken MoU Proyek Cerah
Dalam kesempatan itu, Rektor UNTAD Palu, Prof. Dr. Ir. Amar mengatakan, Kabupaten Banggai bukan hanya memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi juga posisi strategis untuk menjadi pusat pengembangan di wilayah Sulawesi.
“Sangat luar biasa wilayah ini, dan bahkan cikal bakal bisa menjadi kawasan Sulawesi Timur untuk pengembangan ke depan, jadi sangat luar biasa potensi sehingga ini perlu mendapat perhatian kita bersama,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan komitmen kuat UNTAD Palu, untuk mendukung berbagai aspek pembangunan di Kabupaten Banggai.
“Kami siap mendukung berbagai dari berbagai aspek yang dibutuhkan, menyangkut masalah lingkungan, pertambangan, pangan, dan perikanan, tentunya kita mempunyai ahli-ahli yang mumpuni,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Amirudin menyatakan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai universitas, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Sulawesi Tengah.
“Kami terus bergerilya untuk mencoba melakukan MoU dengan berbagai universitas,” ujarnya.
Upaya ini, kata dia, dilakukan untuk memanfaatkan berbagai pemikiran dan inovasi dari akademisi, guna mendukung target pembangunan Kabupaten Banggai.
Kerja sama ini, bukanlah yang pertama kali dilakukan, sebelumnya Kabupaten Banggai sudah pernah melaksanakan MoU dengan UNTAD Palu.
Baca Juga: Sigi dan Banyuwangi Teken MoU Peningkatan Pelayanan Publik
Bupati Amirudin mengucapkan terima kasih atas dukungan dari UNTAD Palu atas kerja sama yang telah terjalin hingga saat ini.
“Kami berterima kasih diterima di sini, semoga apa yang menjadi kesepakatan kita nantinya, akan kita follow up terus. Sehingga tidak hanya menjadi sebuah dokumen,” pungkasnya.






