Disdikbud Parimo Tanggapi Video Viral Perkelahian Siswa di Medsos

PARIMO, theopini.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menanggapi video viral perkelahian siswa Negeri 2 Parigi di Media Sosial (Medsos) Facebook.

“Jika diukur dari pendidikan karakter diri, berarti masih lemah dan gagal,” ucap Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti, di Parigi, Rabu, 7 Agustus 2024.

Baca Juga: Video Perkelahian Siswa SMP Negeri 2 Parigi Viral di Facebook

Kejadian yang dipertontonkan dua siswa dalam video tersebut, kata dia, menunjukkan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, khususnya pendidikan karakter diri.

Sebab, menurutnya, jika siswa yang sudah memiliki karakter baik, kecil kemungkinan akan terpengaruh, dan melakukan tindakan seperti dalam video tersebut.

“Karena siswa telah dibekali melalui pendidikan agama dan karakter, yang membentuk sopan santun serta menghargai antar sesama,” ujarnya.

Terlepas dari persoalan itu, ia mengaku sangat menyayangkan kasus perkelahian antarsiswa ini bisa terjadi. Terlebih lagi, dilakukan peserta didik dari sekolah ternama di Kabupaten Parimo.

“Saya rasa, jika semuanya terkondisikan, hal seperti itu tidak akan terjadi,” katanya.

Sunarti menilai pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler yang lebih maksimal, dan bermutu akan menutup ruang bagi siswa melakukan hal-hal negatif.

Contohnya, mengalihkan jam pelajaran yang kosong dengan mengisinya dengan program ekstrakulikuler. Hal ini, akan menjauhkan pikiran anak didik dari aktivitas buruk.

Baca Juga: Polisi Amankan Pelaku Penyebar Video Asusila di Touna

Ia pun menekankan kepada seluruh guru pendidik, bahwa profesi yang dijalani bukan sekedar mengajar saja, tapi juga mendidik untuk membentuk siswa berperilaku baik.

“Mungkin juga kepala sekolah harus melakukan evaluasi kepada semua komponen yang ada pada sekolah tersebut, baik guru maupun tata usaha,” pungkasnya.

Komentar