PARIMO, theopini.id – Video perkelahian antar siswa SMP Negeri 2 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, viral di media sosial Facebook.
Video berdurasi 0.48 detik yang pertama kali diunggah akun milik Mirah Petta Sade, dengan caption “Duel Maut Anak Bangsa Gagal Didikan”, telah ditonton sebanyak 54 ribu, dan dibagikan sebanyak 300 kali, serta 264 like, dengan 303 komentar.
Baca Juga: SMP Negeri 2 Parigi Gelar Pelepasan 147 Peserta Didik
Tampak dalam video tersebut, dua siswa perempuan yang mengunakan pakaian seragam olahraga ini, saling jambak, hingga salah satunya jatuh ke aspal jalan dan disusul pukulan demi pukulan.
Perkelahian yang turut disaksikan beberapa siswa lainnya ini, diduga terjadi di sekitar kompleks BTN Kampal, Kecamatan Parigi, tak jauh dari SMP Negeri 2 Parigi.
Bahkan, keduanya diduga merupakan kakak dan adik kelas. Dibuktikan, dengan warga seragam olahraga yang berbeda, digunakan para siswa.
Menanggapi itu, Kepala SMP Negeri 2 Parigi, Nasrin membenarkan, video perkelahan yang beredar di media sosial itu, merupakan siswanya dari tiga jenjang kelas berbeda.
Ia mengaku, perkelahian kedua siswanya terjadi saat pulang sekolah. Namun, sebagai pendidik, pihaknya tetap bertanggung jawab, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Selaku pihak sekolah, pihaknya melakukan pemanggilan orang tua para siswa dengan menjemput langsung, tanpa menyurat lebih dahulu.
“Kami akan melakukan evaluasi beberapa peraturan sekolah, di antaranya pembatasan penggunaan Handphone bagi siswa, yang nantinya akan dibahas kembali bersama seluruh orang tua,” ujarnya.
Selain itu, pemberlakuan jam pulang yang berbeda bagi siswa kelas VII, VIII dan X serta menekankan para guru untuk terus mengedukasi edukasi seluruh siswa saat dimulainya jam pelajaran.
“Siswa juga akan terus kita beritahu saat pulang sekolah langsung ke rumah, untuk menghindari kejadian yang sama terjadi lagi,” imbuhnya.
Baca Juga: Pasca Libur Awal Ramadan, SMP Negeri 2 Parigi Gelar Pesantren Kilat
Ia pun mengimbau, orang tua siswa mengedukasi anak-anaknya untuk berperilaku positif, khususnya menghindari perkelahian.
Nasrin berharap kejadian seperti pada video tersebut, tidak lagi terjadi pada anak didiknya dan seluruh sekolah di Kabupaten Parimo.







Komentar