Wali Kota Andi Harun Minta OPD Jaga Inflasi Jelang Ramadhan

SAMARINDA, theopini.idWali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) perdana pada 2025, Kamis siang, 16 Januari 2025.

Dalam rapat ini, Wali Kota Andi Harun didampingi Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus dan Asisten III Ali Fitri Noor serta Asisten I Ridwan Tassa.

Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Betul-Betul Pahami Perkembangan Inflasi

“Capaian inflasi Kota Samarinda 1,50 persen. Angka ini sudah sangat bagus,” kata Wali Kota Andi Harun.

Capaian angka inflasi ini, menurutnya, tidak terlepas dari pengaruh positif berbagai kebijakan dan program yang dijalankan OPD teknis di lingkungan Pemkot Samarinda.

Kondisi ini, harus terus jaga Pemkot Samarinda agar tidak terjadi deflasi akibat daya beli masyarakat yang rendah.

“Artinya, inflasi tinggi tidak baik. Apabila terjadi deflasi juga sangat buruk bagi pertumbuhan ekonomi di kota kita,” ujarnya.

Ia pun meminta Dinas Perdagangan untuk mengantisipasi inflasi menjelang Bulan Suci Ramadan pada Maret 2025.

Sebab hasil pantauannya, terdapat beberapa komoditas yang cenderung mengalami kenaikan, salah satunya cabai rawit.

Kenaikan harga ini, dipengaruhi kebijakan naiknya Upah Minimum Kerja (UMK). Terutama transportasi dan produksi bahan pangan.

“Poin penting dari soal ekonomi ini, kita harus mewaspadai cabai, beras, bawang merah dan daging jelang Ramadan,” imbuhnya.

Olehnya, Wali Kota Samarinda merekomendasikan agar OPD terkait, bisa menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pokok warga di pasar tradisional.

Salah satunya, dengan terus melakukan monitoring harga dan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar secara berkala.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Inflasi, Pemda Banggai Gelar Rakor dan HLM TPID

Andi Harun pun meminta, Dinas Ketahanan Pangan agar bisa memfasilitasi bibit unggul bagi petani dengan bibit yang resisten dengan tingginya curah hujan.

“Selain pemerintah harus menjamin keterjangkauan harga, seperti melakukan pendekatan lewat event pasar murah apabila terjadi lonjakan pada komoditas tertentu,” pungkasnya.

Komentar