Wali Kota Makassar Resmi Buka Forum Konsultasi Publik RKPD 2026

MAKASSAR, theopini.id Wali Kota Makasar, Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto membuka secara resmi Forum Konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Kamis, 30 Januari 2025.

“RKPD ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena ini merupakan masa transisi atau akhir jabatan menuju awal pemerintahan yang baru,” ungkap Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto, dalam sambutannya.

Baca Juga: Pertemuan Pemkot Makassar dan Maniwa, Bahas Kerja Sama Dekarbonisasi

Ia mengatakan, penyusunan RKPD 2026 membutuhkan konektivitas agar seluruh program yang baru dan lama bisa terkoneksi dengan baik. Sehingga Pemerintahan Kota Makassar dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, perencanaan RKPD menjadi salah satu tahapan penting dan layak untuk dipersiapan dengan matang.

BACA JUGA:  Makassar Open 2024 Internasional, Andi Arwin Azis: Inovasi Majukan Olahraga

“Kita dalam masa transisi, ada masanya jabatan, sehingga kepemimpinan ini dilanjutkan dengan pemimpin yang baru jadi kita butuh konektor untuk menyatukan program yang baru dan lama,” ujarnya.

Contohnya pada saat kepemimpinannya pertama kali, ia melanjutkan program mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yaitu layanan publik dari lahir hingga meninggal.

Program tersebut, dilanjutkan dan ditingkatkannya menjadi home care yang kini menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain.

Ia menyebut, ada tiga ciri program yang harus dipertahankan. Pertama, memiliki manfaat bagi masyarakat dan hasilnya diukur dengan indeks kebahagiaan.

Kedua, bermanfaat bagi nasional. Seperti pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mampu di atas rata-rata nasional. Ketiga, bermanfaat secara global.

BACA JUGA:  Pjs Wali Kota Makassar Lepas Peserta GAS RUN di Pekan Keselamatan Jalan 2024

“Jangan kita terjebak sama hal yang baru, kasih bersih itu solokan. Tidak perlu terlalu. Langsung eksekusi saja, tidak perlu masuk di RKPD itu,” imbuhnya.

Baca Juga: HUT ke-417, Andi Arwin Paparkan Paparkan Capaian Kinerja Pemkot Makassar

Ia berharap program yang sudah dirasakan dan diakui masyarakat, nasional dan international dapat diteruskan oleh pemimpin selanjutnya.

“Kalau itu sudah diakui, mau cari apa lagi? Kenapa mesti kita cari jauh-jauh, nah sudah kita punya. Seperti Home Care, Makassar Low Carbon City. Indeks utbanisasi kita yang jalan, itu diakui dunia. Banyak sekali. lorong Wisata. Tapi kan terserah pemerintahan baru lagi,” tandasnya.

Komentar