PALU, theopini.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meresmikan operasi perdana Clipping Aneurisma dan Tindakan Neuroendovascular di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at, 7 Februari 2025.
“Kementrian Kesehatan (Kemekes) sudah memutuskan agar layanan radioterapi bisa dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Menks Budi Gunadi, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Jum’at.
Baca Juga: RSUD Undata Palu Gelar Fun Run dan Jalan Santai, Semarakan HUT ke-52
Ia menjelaskan, alat ini memiliki fungsi terapi atau pengobatan kanker, dengan menggunakan layanan radioterapi.
Menurutnya, radioterapi sangat mahal dan hanya terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar, Sulawesi Selatan.
“Saya senang alat ini sudah ada di Kota Palu, sehingga masyarakat yang membutuhkan fasilitas ini tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jakarta atau Surabaya,” ujarnya.
Dengan adanya fasilitas ini, kata dia, masyarakat Sulawesi Tengah kini memiliki akses lebih mudah dan lebih cepat, untuk mendapatkan tindakan medis canggih yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit di kota-kota besar.
Ia menjelaskan, kehadiran teknologi medis terkini, seperti Clipping Aneurisma dan tindakan Neuroendovascular di RS Undata Palu, merupakan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Khususnya, berada di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan dalam akses layanan kesehatan spesialistik,” tuturnya.
Menkes Budi Gunadi menuturkan, pemerataan layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil di Indonesia merupakan salah satu prioritas utama pemerintah.
Harapannya, tidak hanya meningkatkan angka kesembuhan, tetapi juga mengurangi jumlah pasien yang terpaksa harus dirujuk ke luar daerah, untuk mendapatkan perawatan medis lebih canggih.
Ia pun menekankan, kehadiran layanan ini di RS Undata Palu bukan hanya untuk memberikan penanganan bagi pasien yang sudah terdiagnosis aneurisma otak.
Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari
Tetapi juga, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan tepat terhadap masalah kesehatan otak.
“Berbagai cara harus dilakukan sebagai penindakan untuk megurangi pasien terdiagnosis aneurisma otak, melalui penyuluhan, edukasi, dan peningkatan fasilitas,” pungkasnya.







Komentar