PARIMO, theopini.id – Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) PSU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Sabtu, 12 April 2025.
Apel pergeseran pasukan ini, dipimpin langsung Kapolres AKBP Jovan Reagan Samual dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Parimo.
Baca Juga: Polres Parimo Kerahkan 2,456 Personel Untuk Amankan PSU Pilkada
“Ini untuk menunjukan pelaksanaan pengamanan TPS yang berjumlah 818 dengan klasifikasi tangkat kerawanan berbeda-beda,” kata Kapolres Jovan Reagan Samual dalam arahannya.
Ia mengatakan, pihaknya melibatkan kekuatan 2.556 personel, terdiri dari 620 personel Polres Parimo, 100 personel BKO Polda Sulawesi Tengah, 200 BKO Brimob dan ditambah kekuatan PKTPS 1.636 personel.
Menurutnya, Pilkada yang dilaksanakan saat ini merupakan pesta demokrasi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Parimo.
“Sehingga, diharapkan dapat berjalan dengan tertib, aman, lancar dan sehat, sesuai azas Pemilu yang langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” ujarnya.
Ia pun memerintahkan seluruh pertugas pengamanan TPS sudah berada di Lokasi satu hari sebelum pemungutan suara berlangsung.
Tujuannya, untuk beradaptasi dengan masyarakat dan lingkungan serta melaksanakan deteksi dini terhadap perkiraan ancaman.
Kemudian, melakukan peninjauan dan pengecekan lokasi TPS, kenali lingkungan sekitar serta mapping route yang akan dilalui kotak suara.
“Mulai dari PPK ke PPS hingga TPS dan sebaliknya setelah pemungutan suara,” imbuhnya.
Kapolres Jovan juga meminta pertugas melaksanakan pengamanan dan pengawalan logistic Pilkada, yang bergeser dari PPK, PPS hingga TPS. Begitu juga, setelah selesai pemungutan suara.
Posisi petugas pengamanan, lanjutnya, berada di luar TPS, tindakan Kepolisian dapat dilakukan setelah adanya permintaan bantuan dari KPPS.
“Setia phal yang terjadi segera laporkan kepada perwira pengendali secara berjenjang, untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya,” tegasnya.
Setelah pengamanan TPS, petugas wajib mengamankan logistik Pilkada di PPK. Selain itu, jalin komunikasi dan koordinasi dengan PKTPS, agar apabila terjadi hal menonjol dapat segera dilaporkan.
Ia pun menegaskan kepada personel pengamanan untuk meminta izin kepada petugas KPPS dan Linmas, jika akan meninggalkan lokasi TPS.
Baca Juga: Polres Parimo ANEV Kinerja Pembentukan Kampung Bebas Narkoba di Bantaya
“Dengan meningglkan nomor telpon yang siap dihubungi jika mendesak,” tuturnya.
Ia menimbau seluruh petugas pengamanan agar tetap menjaga kesehatan, siapkan fisik dan mental dengan dilandasi integritas, ketulusan, keikhlasan, loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi.
Kapolres Jovan menegaskan kepada personel untuk menghondari sikap dan tindakan tidak simpatik, arogan yang tidak mencerminkan karakteristik jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat. “Bertindaklah secara tegas, namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum maupun yang terjadi dalam pelaksanaan pemungutan suara,” pungkasnya.













