PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), dr Reny A Lamadjido, menegaskan penanganan Stunting harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Ia menyebut, Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di masa depan.
Baca Juga: Idah Syahidah Gandeng Ibu-ibu Tekan Stunting Lewat Edukasi KB
“Stunting adalah ancaman masa depan. Jika kita tidak serius hari ini, kita sedang merusak kualitas sumber daya manusia kita dalam jangka panjang,” tegas dr. Reny saat menjadi narasumber utama dalam dialog publik Fokus Kita yang digelar oleh LPP RRI Palu, dengan tema “Ekonomi Meningkat, Penanganan Stunting Terabaikan?”, Kamis, 5 Juli 2025.
Ia pun menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah, dengan kondisi kesehatan masyarakat saat ini.
Meski ekonomi daerah menunjukkan tren positif, namun angka kemiskinan dan Stunting belum menunjukkan penurunan signifikan.
Sebagai bentuk intervensi strategis, Pemerinta Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah telah meluncurkan program BERANI sehat dan BEARNI cerdas.
Program ini, fokus pada peningkatan akses layanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia yang tangguh.
“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya bersifat fisik dan angka, tapi menyentuh kualitas hidup masyarakat. Karena itulah dua program ini kami dorong agar benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga,” jelasnya.
Wagub Reny juga mengungkap, upaya penurunan Stunting telah dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, makanan tambahan bergizi bagi balita, hingga edukasi publik melalui program Duta 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Namun, ia mengakui efektivitasnya masih belum optimal.
“Mungkin ada metode yang belum tepat sasaran. Karena itu, kita butuh evaluasi menyeluruh agar intervensi yang dilakukan benar-benar memberi dampak signifikan,” ujarnya.
Baca Juga: Minimnya Kunjungan ke Posyandu Hambat Capaian Target Penurunan Stunting di Parimo
Olehnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha untuk bersinergi dalam satu visi.
“Jangan fluktuatif, tahun ini giat, tahun depan kendor. Ini bukan semata tugas dinas kesehatan, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa,” pungkasnya.







Komentar