Wabup Parimo Dorong Festival Lalampa Ditetapkan sebagai Agenda Tahunan

PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendorong agar Festival Lalampa tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi ditetapkan sebagai agenda tahunan dan bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif daerah.

“Saya berharap cita rasa dan kualitas lalampa terus dijaga agar tetap bertahan sebagai ikon jajanan khas Parigi Moutong,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Abdul Sahid, saat menghadiri penutupan PUE Parigi Utara Expo ke-3 yang dirangkaikan dengan Hari Lalampa ke-7 di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu, 15 Juni 2025.

Baca Juga: Parigi Utara Disiapkan Jadi Role Model Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Ia menyebut, kuliner berbahan dasar ketan dan ikan tongkol tersebut, bukan hanya warisan budaya, melainkan potensi ekonomi yang bisa memperkuat UMKM lokal, khususnya sektor kuliner.

Lalampa bersama produk lokal lainnya, seperti durian dan batik parigata, harus didorong untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui hak kekayaan intelektual, agar memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.

“Kita harus mematenkan produk khas daerah seperti lalampa dan batik parigata. Ini penting agar produk kita tidak diambil alih pihak luar, sekaligus memperkuat identitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Festival Lalampa tahun ini, menjadi magnet ribuan pengunjung dari berbagai kecamatan. Selain menampilkan aneka varian lalampa, kegiatan juga diramaikan dengan pameran UMKM, lomba seni budaya, dan pertunjukan musik tradisional.

Antusiasme pelaku UMKM, terutama ibu-ibu dari Desa Toboli, menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya memamerkan produk, tapi juga mengedukasi pengunjung soal proses pembuatan lalampa secara langsung di stand masing-masing.

Menutup rangkaian kegiatan, Wabup Abdul Sahid menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar selama expo berlangsung.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Ikut Berpartisipasi di Karnaval Budaya Sulteng

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pelaku UMKM atas suksesnya acara.

“Semangat kolaborasi seperti ini harus terus dijaga. Ini adalah modal besar dalam membangkitkan ekonomi kreatif di Kabupaten Parimoa,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar