PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menegaskan, proses verifikasi penerima beasiswa BERANI Cerdas harus dilakukan secara cepat namun tetap akuntabel.
Ia meminta, agar seluruh data pendaftar diverifikasi secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.
Baca Juga: Wagub Sulteng Ajak Alumni Unhas Dukung Program Berani Cerdas dan Berani Sehat
“Jangan sampai kita dianggap mengulur-ulur waktu, padahal uangnya sudah siap. Tapi verifikasi ini harus sahih, tidak asal cepat,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat meninjau ruang server di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis pagi, 26 Juni 2025.
Program beasiswa BERANI Cerdas, merupakan upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menanggung biaya kuliah per semester bagi warga Sulawesi Tengah, yang memenuhi syarat akademik maupun ekonomi.
Dalam peninjauan tersebut, Anwar Hafid menemukan, proses verifikasi data masih terkendala panjangnya alur pengecekan, termasuk keharusan mencocokkan dokumen pendaftar dengan instansi lain seperti Dinas Dukcapil.
“Kalau alurnya terlalu rumit, yang rugi mahasiswa. Kita sederhanakan saja, tapi tetap bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia pun meminta, agar operator aktif memberikan notifikasi kepada pendaftar yang belum melengkapi dokumen atau mengalami kendala, agar tidak ada yang tercecer dalam sistem.
“Kita harus punya bukti bahwa semua dari 80 ribu pendaftar itu dihubungi. Jangan sampai ada yang merasa tidak tahu posisi pendaftarannya,” imbuhnya.
Hingga hari ini, sebanyak 30 ribu pendaftar telah berstatus terverifikasi dan tinggal menunggu proses transfer beasiswa ke rekening masing-masing.
Selain mendorong percepatan, ia juga menyampaikan rencana jangka panjang berupa pembangunan data center mandiri milik Pemprov Sulawesi Tengah.
Fasilitas ini, nantinya akan memungkinkan pengelolaan data secara real-time dan bisa dipantau langsung oleh kepala daerah melalui dashboard pengawasan.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Siapkan Strategi Wujudkan BERANI Cerdas
“Kita butuh sistem yang efisien dan transparan. Jangan sampai uang rakyat ini dikelola tanpa kejelasan data,” ujarnya.
Ia memastikan, pencairan dana beasiswa BERANI Cerdas akan dilakukan dalam waktu dekat, begitu seluruh proses verifikasi rampung dan sistem menyatakan data valid.
Baca berita lainnya di Google News














