JAKARTA, theopini.id — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan, pentingnya pengelolaan arsip yang baik sebagai landasan transformasi birokrasi menuju pemerintahan digital.
Menurutnya, kerapihan dan integritas dokumen menjadi penentu keberhasilan Indonesia menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Sekda Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah dan Akselerator Program Nasional
“Satu hal yang perlu kami ingatkan, bahwa dalam rangka semangat kita menuju Indonesia Emas, di dalam quick win Bapak Presiden itu ada satu transformasi yang penting dan harus dilakukan adalah di bidang tata kelola,” ujar Ribka saat memberi sambutan dalam acara Penyerahan Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2025 di Jakarta, Kamis, 26 Juni 2025.
Ribka meminta, ANRI untuk mengevaluasi sistem kearsipan di seluruh daerah, termasuk 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Ia menyebut, tata kelola arsip di tingkat provinsi harus menjadi role model bagi daerah lainnya.
“Tolong dicek 500 sekian [daerah] itu sudah harus bagus, (ada) 38 provinsi, kalau boleh mulai dari provinsinya supaya akan menjadi contoh yang baik, karena 38 (provinsi) ini harus menjadi barometer untuk kabupaten dan kota,” tegasnya.
Ia mengingatkan, negara-negara maju memiliki sistem arsip yang kuat, yang memungkinkan rekam jejak sejarah dan kebijakan pemerintah terdokumentasi rapi untuk generasi mendatang.
“Vatikan bagaimana dia mendokumentasikan seluruh perjalanan sejarah pemerintahnya, [juga] di Amerika dan beberapa negara lain,” tuturnya.
Sebagai contoh, ia menyebut pengelolaan data kependudukan di bawah Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri sudah menjadi pijakan penting dalam tata kelola berbasis dokumen.
Lebih jauh, Ribka mendorong agar pengarsipan tidak hanya dianggap sebagai urusan administratif, tetapi menjadi bagian integral dari inovasi digital, termasuk integrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Wujudkan Kemandirian Daerah, Wamendagri Ribka Dorong Perbaikan Tata Kelola BUMD
“Mudah-mudahan terus kita tingkatkan dan kami beri apresiasi untuk Arsip Nasional kita sebagai benteng terakhir daripada semua dokumen yang ada di Indonesia. Back up terakhir ya. Jadi jangan lupa kepala daerah rajin-rajinlah menyimpan arsipnya,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar