the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Nasional

Menteri Nurson: Alih Fungsi Lahan Harus Dibatasi Demi Ketahanan Pangan Nasional

the OPINIbythe OPINI
11 Juli 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
11 Juli 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
Menteri Nurson: Alih Fungsi Lahan Harus Dibatasi Demi Ketahanan Pangan Nasional

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyampaikan sambutan dalam Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi yang digelar di Palu, Kamis, 10 Juli 2025. (Foto: IST)

Baca Juga

Diduga Curi Motor dan HP Teman saat Tertidur, Pria di Palu Ditangkap Polisi

Pemprov Sulteng Andalkan Inovasi SEHATI dan Pemberdayaan Petani Miskin di IGA 2026

Dua Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor, YHKI Desak Penertiban Dongi-Dongi

PALU, theopini.id – Ancaman alih fungsi lahan pertanian menjadi sorotan utama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi yang digelar di Palu, Kamis, 10 Juli 2025.

Dalam forum tersebut, Menteri Nusron menegaskan, penataan ruang harus dilakukan secara ketat demi menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan menghindari potensi krisis pangan di masa depan.

Baca Juga: 160 Sertifikat Diserahkan di Donggala, Menteri AHY: Negara Hadir Lewat Kepastian Hukum

“Saya mohon maaf kalau Bapak/Ibu sekarang minta alih fungsi kami agak ketat, agak kejam. Ya memang tugasnya risk management itu adalah kejam dan risk management harus ketat. Memang seperti itu,” ujar Menteri Nusron.

Ia mengibaratkan peran kementeriannya seperti direktur manajemen risiko dalam sistem pembangunan nasional, yang bertugas memastikan pembangunan tidak keluar jalur dan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.

Ia mengungkapkan, sebelum diberlakukan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan, Indonesia kehilangan sekitar 120 ribu hektare sawah setiap tahunnya akibat peralihan fungsi yang tidak terkendali.

Untuk menghentikan tren tersebut, pemerintah menerapkan skema Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), yang terbagi menjadi dua kategori: Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan non-LP2B.

LSD kategori non-LP2B masih memungkinkan untuk dialihfungsikan, namun hanya untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dengan syarat ketat.

Salah satu syaratnya, adalah lahan pengganti harus memiliki tingkat produktivitas yang setara.

Penegasan tersebut, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam program nasional.

“Pemerintah harus menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi lahan pertanian produktif seperti sawah,” kata Nusron.

Selain pengendalian alih fungsi lahan, Menteri Nusron juga menekankan pentingnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), sebagai instrumen utama dalam menjaga keteraturan pembangunan dan proses perizinan investasi.

Ia memaparkan, 88% Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang diterbitkan tanpa RDTR tidak sesuai dengan rencana tata ruang, sehingga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan seperti banjir dan longsor.

“Kenapa kemudian tidak sesuai? Lebih banyak disebabkan karena belum ada RDTR,” tuturnya.

Pemerintah pun tengah mempercepat penyusunan RDTR melalui program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP) yang didukung Bank Dunia.

Baca Juga: Komitmen Tangani TPPO, Kapolda Sulteng Terima Penghargaan dari Menteri P2MI

Dengan dorongan ini, target penyusunan 2.000 RDTR secara nasional hingga 2029 diharapkan bisa dilampaui.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi untuk bersinergi menyukseskan agenda tata ruang nasional yang adil, berkelanjutan, serta berpihak pada ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat. Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #kotapalu#MenteriAgraria#Sulteng
Previous Post

JEPPA, Upaya Bangun Budaya Sadar Pangan dari Rumah Tangga di Parimo

Next Post

Wabup Parimo Letakkan Batu Pertama Pembangunan Labkesmas dan Puskesmas

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Yandri Dorong Program Biomassa Menjangkau Lebih Banyak Desa

Yandri Dorong Program Biomassa Menjangkau Lebih Banyak Desa

31 Oktober 2026
Hari Desa Nasional 2027, Mendes Targetkan Ekonomi Desa Bangkit

Hari Desa Nasional 2027, Mendes Targetkan Ekonomi Desa Bangkit

10 Oktober 2026
Kemenag Verifikasi 4,6 Juta Santri, Ubah Pendataan dari Agregat ke BNBA

Kemenag Verifikasi 4,6 Juta Santri, Ubah Pendataan dari Agregat ke BNBA

4 Oktober 2026
KNMP Diperkuat, Pemerintah Dorong Ekosistem Perikanan Terintegrasi

KNMP Diperkuat, Pemerintah Dorong Ekosistem Perikanan Terintegrasi

25 September 2026
Harga Beras 135 Kabupaten/Kota Naik, Kemendagri Minta Evaluasi

Harga Beras 135 Kabupaten/Kota Naik, Kemendagri Minta Evaluasi

21 September 2026
Mendes PDT Dorong KNMP Jadi Sumber Pendapatan Asli Desa

Mendes PDT Dorong KNMP Jadi Sumber Pendapatan Asli Desa

15 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Diduga Curi Motor dan HP Teman saat Tertidur, Pria di Palu Ditangkap Polisi

Diduga Curi Motor dan HP Teman saat Tertidur, Pria di Palu Ditangkap Polisi

3 November 2026
Pemprov Sulteng Andalkan Inovasi SEHATI dan Pemberdayaan Petani Miskin di IGA 2026

Pemprov Sulteng Andalkan Inovasi SEHATI dan Pemberdayaan Petani Miskin di IGA 2026

3 November 2026
Dua Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor, YHKI Desak Penertiban Dongi-Dongi

Dua Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor, YHKI Desak Penertiban Dongi-Dongi

3 November 2026
Kebakaran Gambut di Bolano Lambunu, BPBD Parimo Ingatkan Ancaman Titik Api

Kebakaran Gambut di Bolano Lambunu, BPBD Parimo Ingatkan Ancaman Titik Api

3 November 2026
Pemprov Sulteng Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Mata

Pemprov Sulteng Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Mata

3 November 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

Siswa Dirgantara Flight School Palu Praktik Penanganan Korban Bersama Basarnas

29 Oktober 2026
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Wabup Parimo Serahkan Penghargaan kepada Atlet Berprestasi

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Wabup Parimo Serahkan Penghargaan kepada Atlet Berprestasi

28 Oktober 2026
Nama Kasat Reskrim Polresta Banggai Dicatut untuk Modus Penipuan

Nama Kasat Reskrim Polresta Banggai Dicatut untuk Modus Penipuan

3 November 2026
Pemda Banggai Sosialisasikan Surat Edaran Optimalisasi Program JKN

Pemda Banggai Sosialisasikan Surat Edaran Optimalisasi Program JKN

3 November 2026
Neni Muhidin: Budaya Baca Jadi Fondasi Hadapi Tantangan Era Digital

Neni Muhidin: Budaya Baca Jadi Fondasi Hadapi Tantangan Era Digital

30 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d