PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam merancang kebijakan perikanan.
Menurutnya, kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hanya bisa lahir jika pemerintah mendengar langsung suara para pelaku utama, yakni nelayan.
Baca Juga: DKP Sulteng Gelar Gerakan Cinta Bahari Lewat Aksi Bersih Pantai dan Laut
“Sebelum kita bicara soal bantuan kapal, kita harus tahu dulu kondisi ril nelayan kita. Kita perlu dengar langsung dari mereka, apa yang dibutuhkan, jenis kapal seperti apa yang cocok, dan bagaimana mereka ingin dibina,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat memimpin rapat bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba, dan jajaran di ruang kerjanya, Sabtu, 12 Juli 2025.
Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari persiapan program unggulan BERANI Tangkap Banyak, yang menargetkan penguatan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan birokratis dalam menyusun program.
Ia ingin agar perencanaan dimulai dari bawah ke atas (bottom-up), berbasis data kelompok nelayan yang akurat, dan melibatkan seluruh pihak termasuk kementerian serta praktisi perikanan.
“Jangan sampai kapal sudah disiapkan tapi tidak sesuai kebutuhan. Ini yang kita hindari. Jadi kita desain program berdasarkan realitas lapangan, bukan asumsi dari kantor,” tegasnya.
Salah satu kebutuhan mendesak yang telah teridentifikasi, adalah pengadaan kapal pelingkar (purse seine) dan kapal tuna.
Rencana pengadaan akan dilakukan bertahap mulai 2026, disertai dukungan operasional awal seperti BBM, logistik, dan akses pasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba melaporkan, pengembangan sistem logistik ekspor untuk komoditas unggulan seperti tuna dan cakalang.
Salah satu inisiatifnya, adalah menghadirkan kapal pengiring agar hasil tangkapan bisa tiba di pelabuhan dalam waktu maksimal lima hari sebelum dikirim ke Jepang. Inovasi ini, mendapat dukungan penuh dari Gubernur.
Baca Juga: Ditpolairud Polda Sulteng dan PSDKP Amankan Kapal Penadah Ikan
Ia juga mendorong kolaborasi lintas OPD agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan terpadu untuk mendorong kemandirian nelayan.
“Kalau kita ingin nelayan sejahtera, kita harus bekerja dengan data, dengan dialog, dan dengan niat sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar