GORONTALO, theopini.id — Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi tempat berkumpulnya para pensiunan, tetapi menjelma sebagai agen transformasi sosial yang memperkuat posisi lansia di tengah masyarakat modern.
“PWRI harus menjadi wadah yang responsif terhadap kebutuhan lansia masa kini, mulai dari isu sosial, kesehatan mental, sampai pemberdayaan ekonomi. Lansia bukan hanya perlu dirawat, tapi diberdayakan,” ujar Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membacakan sambutan Ketua Umum PWRI pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 PWRI, Sabtu, 26 Juli 2025.
Baca Juga: Muscab VI PWRI Parimo, Begini Pesan Pj Bupati Richard Arnaldo
Menurutnya, tantangan yang dihadapi para lansia saat ini semakin kompleks. Teknologi, gaya hidup, dan perubahan sosial menuntut organisasi seperti PWRI untuk adaptif dan solutif.
Olehnya, program-program yang dijalankan harus menyentuh secara komprehensif berbagai aspek kehidupan lanjut usia, termasuk spiritual, hukum, dan kesehatan.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah, hadirnya Sekolah Lansia Gantari PWRI, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan edukatif para lansia secara menyeluruh.
Sekolah ini, bukan hanya menawarkan materi tentang proses penuaan, tetapi juga melatih para peserta agar mampu menjadi pelatih bagi sesama lansia melalui skema Training of Trainers (TOT).
“Kehadiran Sekolah Lansia adalah bukti bahwa PWRI bisa menjadi pionir dalam menciptakan lansia yang sadar, sehat, dan mandiri,” kata Idah.
PWRI juga disebut aktif mengembangkan program prapensiun dan pelatihan wirausaha bagi anggotanya. Dengan demikian, masa pensiun tak lagi dipandang sebagai akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru untuk berkarya dan memberi dampak.
Baca Juga: PWRI Gorontalo Kunjungi Parimo, Perkuat Peran Purnabakti Jaga Nilai Persatuan
Idah berharap momentum HUT ke-63 ini memperkuat posisi PWRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lansia yang berdaya dan bermartabat.
Acara puncak peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Idah Syahidah, didampingi mantan Wakil Gubernur Idris Rahim, Ketua PWRI Provinsi Gorontalo Abdullah Paneo, serta para pengurus PWRI.
Baca berita lainnya di Google News













