BANGKEP, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen penuh membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak di daerah.
“Tidak boleh ada alasan anak-anak Sulawesi Tengah tidak sekolah. Tidak ada lagi pungutan, jangan halangi anak sekolah hanya karena tidak punya seragam. Pemerintah wajib memfasilitasi rakyatnya untuk belajar,” tegas Anwar Hafid saat melakukan kunjungan kerja ke SLB Negeri Salakan dan SMA Negeri 1 Tinangkung, Selasa, 26 Agustus 2025.
Baca Juga: Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Dukung Mahasiswa Lewat Beasiswa dan Peluang Kerja
Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan jalur beasiswa, baik prestasi maupun afirmasi, agar keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
“Mensarjanakan anak-anak Sulawesi Tengah adalah cita-cita kita. Jangan berpikir tidak bisa kuliah. Pemerintah akan mendukung, bahkan hingga ke luar negeri dengan skema kuliah sambil bekerja,” ujarnya.
Ia menargetkan setiap desa memiliki minimal satu dokter di masa depan. Untuk itu, Pemprov Sulawesi Tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam bidang teknik metalurgi industri, guna membuka peluang kerja bagi lulusan di kawasan industri besar seperti Morowali.
Kunjungan kerja Gubernur dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan tiga ruang kelas baru SLB Negeri Salakan yang berkonsep boarding school.
SLB ini, dilengkapi fasilitas ruang musik serta pembinaan keagamaan dengan shalat berjamaah lima waktu.
Kepala Sekolah SLB, Hartati H. Dj Monggilo menuturkan, siswa SLB rutin mengikuti pameran untuk menampilkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Baca Juga: Siswa SMP Negeri 1 Parigi Raih Beasiswa ke SMA Taruna Nusantara Magelang
Usai dari SLB, Gubernur Anwar Hafid melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 1 Tinangkung, sekolah tertua di Bangkep.
Kepala SMA Negeri 1 Tinangkung Alwia, melaporkan SMA ini memiliki 17 ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, 38 guru, dan 590 siswa.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar