Dua Penambang di Parimo Positif Malaria, Satgas Hadapi Kendala RDT di Wilayah Tambang

PARIMO, theopini.idSatuan Tugas Penanganan Bencana Non Alam Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menemukan tiga warga positif malaria hasil Rapid Diagnostic Test (RDT), dua di antaranya merupakan pekerja tambang di Moutong dan Taopa.

“Tiga warga positif malaria ini berasal dari hasil RDT yang kami laksanakan sejak Senin, 17 November 2025 di enam kecamatan,” ungkap Plt Kalak BPBD Parimo, Rivai, ST, MSi di Parigi, Jumat, 21 November 2025.

Baca Juga: Dinkes Parimo Fokus Lakukan RDT Malaria di Delapan Kecamatan

Ia menjelaskan, satu kasus ditemukan di Kecamatan Sausu dan merupakan warga dari luar daerah. Sedangkan dua lainnya, adalah penambang dari Moutong dan Taopa. Ketiga pasien langsung mendapat intervensi, termasuk pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat.

“Saat ditemukan positif, Dinas Kesehatan langsung melakukan skrining lanjutan untuk memastikan jenis malaria pada masing-masing warga tersebut,” jelasnya.

Menurut Rivai, pelaksanaan RDT di wilayah tambang menjadi tantangan tersendiri. Banyak pekerja tambang menolak meninggalkan aktivitasnya untuk mengikuti pemeriksaan.

“Khusus di Moutong dan Taopa, para penambang enggan turun dari lokasi, sehingga kami meminta DLH Parimo membantu tim medis melakukan RDT langsung di area pertambangan,” kata dia.

Selain itu, tidak semua warga di enam kecamatan sasaran bersedia mengikuti RDT, sementara Satgas menargetkan cakupan minimal 80 persen. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan menerapkan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga.

Enam kecamatan yang menjadi lokasi RDT, yakni Moutong, Taopa, Bolano Lambunu, Bolano, Sidoan, dan Sausu. Pemeriksaan dibiayai melalui Dana Bantuan Tak Terduga (BTT) APBD Parimo.

Sementara Ampibabo dan Tinombo Selatan, menunggu pasokan RDT dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Parimo Perpanjang Status Siaga Malaria hingga Maret 2026

Rivai menambahkan, RDT rencananya juga akan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Parimo agar lebih efektif.

“Hasil RDT dalam target 14 hari ini akan menentukan langkah Satgas selanjutnya, apakah status KLB akan diperpanjang atau dihentikan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News     

Komentar