Dinkes Parimo Fokus Lakukan RDT Malaria di Delapan Kecamatan

PARIMO, theopini.idDinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan melaksanakan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk penanggulangan kasus malaria di delapan kecamatan yang teridentifikasi memiliki kasus aktif.

“RDT akan dilakukan pada 20 Oktober 2025 di delapan kecamatan yang ditemukan kasus malaria,” ujar Plt Kepala Dinkes Parimo, I Gede Widiadha, di Parigi, Senin, 6 Oktober 2025.

Baca Juga: Parimo Perpanjang Status Siaga Malaria hingga Maret 2026

Ia menjelaskan, pelaksanaan RDT baru bisa dilakukan setelah Dinkes Parimo menerima kucuran dana Bantuan Tak Terduga (BTT) dari pemerintah daerah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung proses pengadaan alat RDT malaria.

Adapun delapan kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan ini, yakni Moutong, Taopa, Lambunu, Bolano, Tinombo Selatan (wilayah kerja Puskesmas Sidoan), Sigenti, Ampibabo, dan Sausu.

“Rencana awalnya, kami ingin melakukan RDT menyeluruh di seluruh kabupaten. Namun, karena keterbatasan anggaran, kegiatan difokuskan di delapan kecamatan yang memiliki laporan kasus malaria,” jelasnya.

Menurut Gede, penanganan malaria di Kabupaten Parimo mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang penanggulangan Kasus Luar Biasa (KLB).

Karena itu, langkah-langkah intervensi diarahkan secara spesifik pada wilayah yang masih ditemukan kasus aktif.

Ia menambahkan, dalam lima hari terakhir Dinkes Parimo tidak lagi menerima laporan kasus malaria baru dari pihak puskesmas.

Kondisi ini, menunjukkan hasil positif dari masifnya intervensi yang dilakukan oleh pihak puskesmas di lapangan, baik melalui pengobatan, penyemprotan insektisida, maupun edukasi masyarakat.

“Total ada sekitar 200 pasien malaria yang sebelumnya terlapor, dan seluruhnya telah dinyatakan sembuh. Tidak ada laporan penularan baru sejauh ini,” ungkap Gede.

Baca Juga: Siaga Darurat Malaria, 200 Kasus Tercatat di Parimo hingga September 2025

Dengan pelaksanaan RDT mendatang, Dinkes Parimo berharap dapat memperkuat deteksi dini kasus malaria di wilayah-wilayah yang rawan, sekaligus memastikan tidak terjadi penyebaran baru menjelang akhir tahun.

“Kami berharap tidak ada lagi laporan kasus baru, dan pelaksanaan RDT nanti bisa berjalan lancar sesuai target,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar