Bupati Parimo: Bidan Garda Terdepan Turunkan Kematian Ibu dan Anak

PARIMO, theopini.idBupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H Erwin Burase, menegaskan, peran bidan sebagai garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, sekaligus percepatan penanganan stunting.

“Peran bidan sangat penting dan strategis dalam mewujudkan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam kesehatan ibu dan anak,” kata Bupati Erwin, saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Parimo di Parigi, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menilai, bidan memiliki posisi krusial dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama melalui pendekatan pelayanan kebidanan berbasis bukti, yang mengedepankan ilmu pengetahuan, standar profesi, serta kebutuhan riil masyarakat.

“Bidan merupakan garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak serta pencegahan stunting,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polemik di Hulu Sungai Taopa, Sayutin: PT CPM Harus Bertanggung Jawab

Menurutnya, tema Muscab IBI “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan dan Berbasis Bukti” sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional dan daerah, yang menekankan sistem adaptif, profesional, dan berorientasi pada masyarakat.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis bukti menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pelayanan, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

“Hal ini untuk meningkatkan mutu pelayanan serta kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan,” katanya.

Bupati Erwin juga mengungkapkan, jumlah bidan di Kabupaten Parimo saat ini mencapai 853 orang. Ia optimistis, IBI dapat semakin berperan aktif dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan jumlah tersebut.

BACA JUGA:  Penjelasan Sekda Parimo soal Nasib Tenaga Honorer

“Jumlah ini sangat besar, dan insya Allah ketua yang terpilih nanti bisa membawa IBI lebih giat dan profesional dalam melayani masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan fasilitas, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas.

“Saya berharap dapat lahir rumusan kebijakan terbaik serta pemimpin yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun sektor kesehatan di Parimo,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar