MAKASSAR, theopini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan peningkatan pengelolaan sampah hingga 95 persen, dengan mendorong program urban farming sebagai strategi terintegrasi berbasis masyarakat di tingkat lorong dan kelurahan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya optimalisasi peran seluruh organisasi perangkat daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2), dalam mengakselerasi program berbasis lingkungan berkelanjutan.
“Kita perlu maksimalkan program urban farming di semua wilayah, maka keterlibatan aktif kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, dalam pembangunan di tingkat lorong,” jelas Munafri, Minggu, 12 April 2025.
Ia menjelaskan, urban farming tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan sempit untuk produksi pangan, tetapi juga terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah rumah tangga.
“Urban farming diharapkan menjadi solusi ganda, mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga di tengah dinamika perkotaan,” ujarnya.
Menurut Munafri, pendekatan ini memungkinkan sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan, sehingga menciptakan siklus ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program tersebut, termasuk melalui pengelolaan lorong secara kolektif bersama lurah dan RT/RW.
“Sering-sering turun ke wilayah. Lihat langsung, bangun kegiatan bersama masyarakat. Itu yang akan membuat perubahan nyata,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperkuat pembiayaan dan pendampingan bagi kelompok masyarakat.
Munafri mengakui, capaian pengelolaan sampah di Makassar saat ini masih belum optimal dan belum menyentuh angka 70 persen secara maksimal.
“Biaya yang kita keluarkan harus sebanding dengan hasil. Target kita, minimal 95 persen sampah harus terkelola,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar