PAD Lampaui Target, DPRD Banggai Kritik Perencanaan dan Ketergantungan Transfer

BANGGAI, theopini.id Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 yang melampaui target, justru memantik catatan kritis DPRD Banggai, Sulawesi Tengah.

Dalam pembahasan LKP Bupati, DPRD Banggai menilai kinerja positif tersebut belum sepenuhnya ditopang perencanaan yang kuat dan berkelanjutan, serta masih menyisakan ketergantungan pada pendapatan transfer.

“Realisasi PAD memang menunjukkan performa positif, yakni Rp305,26 miliar dari target Rp294,5 miliar. Namun ini harus diiringi kualitas perencanaan, keberlanjutan sumber pendapatan, dan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi daerah agar tidak bersifat temporer,” tegas juru bicara pansus Indri Azis, dalam sidang paripurna, Jum’at, 25 April 2026.

BACA JUGA:  Puluhan Jurnalis di Palu Deklarasikan Pembentukan FJPST

Ia menambahkan, pansus DPRD Banggai merekomendasikan penguatan struktur PAD di luar BLUD, optimalisasi pos pendapatan yang belum maksimal, serta perbaikan sistem penagihan dan pengawasan.

Selain PAD, DPRD juga menyoroti realisasi pendapatan transfer tahun 2025 yang hanya mencapai 89,94 persen dan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini, dinilai perlu dicermati karena masih menjadi penopang utama APBD Banggai.

Menanggapi itu, Wakil Bupati (Wabup) Banggai, H Furqanuddin Masulili menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD sebagai bahan evaluasi kinerja pemerintahan.

“Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk melakukan perbaikan, termasuk meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran agar setiap sumber daya dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

BACA JUGA:  DPRD Parimo Sahkan APBD 2024, Totalnya Rp1,712 Triliun

Pemda Banggai, lanjutnya, juga berkomitmen agar pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada target administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, sembari membuka ruang pengawasan yang lebih kuat dari DPRD.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar