PALU, theopini.id – Tradisi Neoti kembali menjadi ruang pelestarian budaya masyarakat pesisir di Kecamatan Mantikulore. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di Pantai Tondo, Selasa, 16 Juni 2026.
“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga dan lestarikan karena merupakan bagian dari identitas masyarakat pesisir yang menjadi kekayaan budaya daerah,” ujar Wakil Wali Kota Imelda.
Lomba yang berlangsung di sepanjang Pantai Uwe Salura hingga Uwe Mpo Aja tersebut, diikuti tujuh kelompok peserta dan disambut antusias masyarakat setempat.
Tradisi Neoti sendiri merupakan aktivitas mencari hasil laut seperti udang kecil, gurita, ikan, dan biota lainnya saat air laut surut, yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir.
Menurut Imelda, kegiatan budaya seperti Neoti tidak hanya memperkuat kebersamaan warga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan warisan lokal kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengapresiasi kreativitas masyarakat Mantikulore, yang terus berupaya menjaga tradisi sekaligus menghadirkan berbagai inovasi dalam pelaksanaannya.
“Terima kasih kepada ibu-ibu dan masyarakat Kecamatan Mantikulore yang selalu berkreasi dan berinovasi,” katanya.
Selain pelestarian budaya, Wakil Wali Kota turut mengapresiasi kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan pesisir.
Menurutnya, kebiasaan warga yang rutin membersihkan kawasan pantai setiap selesai salat subuh menjadi contoh partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Terima kasih juga kepada ibu-ibu RT dan warga di sini yang setiap selesai salat subuh rutin membersihkan lingkungan sekitar pantai agar tetap bersih dan nyaman,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imelda juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menghadirkan program pembangunan dan bantuan sosial yang tepat sasaran.
Salah satunya, melalui pendataan masyarakat yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Ekonomi mendatang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan. Antusiasme warga menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat pesisir Mantikulore dalam menjaga tradisi, mempererat hubungan sosial, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Baca berita lainnya di Google News















