the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Polisi Buru Pemasok Narkoba dari Luar Parimo, 30 Kasus Ditangani

the OPINIbythe OPINI
7 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
7 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Polisi Buru Pemasok Narkoba dari Luar Parimo, 30 Kasus Ditangani

Kasat Narkoba Polres Parimo, IPTU Nicho Eliezer, usai mengikuti RDP di DPRD Parimo, Jum'at, 22 Mei 2026. (Foto: Galvin)

Baca Juga

Terdampak Kekeringan, 94 KK di Mepanga Terima Bantuan Beras

Sulteng Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare pada 2026

Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

PARIMO, theopini.id – Polisi memfokuskan pengembangan kasus untuk mengungkap pemasok narkotika yang masuk ke wilayah hukum Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Sejumlah pengungkapan mengindikasikan narkotika tersebut berasal dari luar daerah, termasuk wilayah Kota Palu.

Kasat Narkoba Polres Parimo, IPTU Nicho Eliezer, mengatakan pihaknya kini berupaya mengungkap orang yang membawa narkotika masuk ke Kabupaten Parimo untuk kemudian diedarkan kembali.

“Yang masuk beberapa kali itu dari wilayah hukum area Palu. Saat ini fokus kami mencoba menangkap orang yang membawa masuk ke wilayah kita,” kata Eliezer, ditemui di Parigi Jum’at, 7 Agustus 2026.

Menurutnya, pola peredaran narkotika yang ditemukan dalam sejumlah pengungkapan kasus cukup beragam. Barang tersebut tidak hanya dibawa oleh kurir, tetapi dalam beberapa kasus orang yang mengambil barang juga berperan sebagai penjual.

Polisi juga menemukan pola transit, yakni narkotika yang masuk kemudian dipisahkan dalam kemasan-kemasan kecil untuk diedarkan kembali.

“Ada yang transit dan barangnya disebar lagi sudah pernah kami ungkap. Ada yang dalam satu bal itu sekitar 50 gram. Bahkan ada penangkapan yang barang buktinya hampir tiga bal,” ujarnya.

Ia mengatakan, temuan tersebut menunjukkan adanya pola distribusi narkotika yang perlu diwaspadai, khususnya terkait jaringan yang membawa barang dari luar daerah ke Kabupaten Parimo.

Satresnarkoba Polres Parimo, kata Eliezer, terus berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah untuk mengembangkan jaringan pemasok.

Data hasil pengungkapan di wilayah hukum Polres Parimo, juga disampaikan kepada Polda Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya pengembangan kasus.

Namun, upaya membongkar jaringan pemasok menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya, informasi yang diberikan pelaku setelah ditangkap kerap terbatas.

Dalam beberapa penanganan perkara, pelaku mengaku hanya mengetahui nama panggilan pemasok dan tidak mengetahui nomor telepon maupun identitas lainnya.

“Beberapa kali penangkapan, orangnya mengaku hanya tahu nama panggilan dan tidak tahu nomor telepon. Bisa jadi itu upaya mereka untuk memutus informasi. Ini salah satu kesulitan,” jelas Eliezer.

Di sisi lain, Satresnarkoba Polres Parimo sejak Januari 2026 hingga saat ini telah mengungkap 30 kasus tindak pidana narkotika.

Dari jumlah tersebut, 20 perkara telah dinyatakan lengkap atau P21. Tersangka dan barang bukti dalam perkara tersebut, telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo.

Sementara 10 perkara lainnya masih dalam proses penyidikan. Tiga di antaranya telah memasuki tahap satu, dengan berkas perkara telah diserahkan ke kejaksaan untuk diteliti. Sedangkan tujuh perkara masih dalam tahap penyusunan berkas untuk persiapan tahap satu.

“Dari 10 yang masih sidik, tiga sudah tahap satu, berkasnya sudah diserahkan dan sedang dicek di kejaksaan. Kemudian tujuh masih dalam tahap penyusunan berkas untuk persiapan tahap satu,” kata Eliezer.

Dari seluruh perkara yang ditangani, jumlah tahanan yang telah diproses Satresnarkoba Polres Parimo sejak awal mencapai 43 orang. Polisi juga mengamankan barang bukti narkotika dengan total lebiih dari 300 gram.

Eliezer menambahkan, faktor ekonomi masih menjadi salah satu alasan yang kerap disampaikan pelaku saat diperiksa.

Sebagian mengaku menjual narkotika karena membutuhkan uang, sementara sebagian lainnya menggunakan narkotika sekaligus menjualnya.

“Rata-rata mengaku karena butuh uang,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #IPTUNichoEliezer#parigimoutong#PolresParimo#Sulteng
Previous Post

Pemkot Palu Awasi Pemanfaatan Bantuan, Penerima Diminta Bertanggung Jawab

Next Post

Bupati Banggai Minta Kadis Mudah Ditemui dan Cepat Jawab Persoalan Warga

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

5 November 2026
Gugatan PTUN Dicabut, Bupati Erwin Akhirnya Lantik Sunarti Sebagai Kepala Disdikbud Parimo

Gugatan PTUN Dicabut, Bupati Erwin Akhirnya Lantik Sunarti Sebagai Kepala Disdikbud Parimo

5 November 2026
Cetak Sawah Belum Optimal, Pemda Parimo Siapkan Rotasi Komoditas dan Irigasi

Cetak Sawah Belum Optimal, Pemda Parimo Siapkan Rotasi Komoditas dan Irigasi

4 November 2026
Bupati Erwin Turun Langsung Serap Aspirasi, Infrastruktur Mendesak Jadi Prioritas

Bupati Erwin Turun Langsung Serap Aspirasi, Infrastruktur Mendesak Jadi Prioritas

4 November 2026
Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

4 November 2026
Dua Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor, YHKI Desak Penertiban Dongi-Dongi

Dua Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor, YHKI Desak Penertiban Dongi-Dongi

3 November 2026

ARTIKEL TERKINI

Terdampak Kekeringan, 94 KK di Mepanga Terima Bantuan Beras

Terdampak Kekeringan, 94 KK di Mepanga Terima Bantuan Beras

5 November 2026
Sulteng Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare pada 2026

Sulteng Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare pada 2026

5 November 2026
Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

Parimo Kantongi Bantuan Pertanian Rp164 Miliar, Kakao Terbesar

5 November 2026
Terduga Pelaku Curanmor di Parigi Ditangkap di Sigi, Motor Korban Diamankan

Terduga Pelaku Curanmor di Parigi Ditangkap di Sigi, Motor Korban Diamankan

5 November 2026
Seragam Gratis dan Sekolah Satu Atap, Upaya Parimo Tekan ATS

Seragam Gratis dan Sekolah Satu Atap, Upaya Parimo Tekan ATS

5 November 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemprov Sulteng Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Mata

Pemprov Sulteng Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Mata

3 November 2026
Bantuan Kakao Rp111,8 Miliar Masuk Parimo, Peremajaan Sasar 6.550 Hektare

Bantuan Kakao Rp111,8 Miliar Masuk Parimo, Peremajaan Sasar 6.550 Hektare

5 November 2026
26 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Direktur UKW PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

26 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Direktur UKW PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

4 November 2026
Kapolda Sulteng dan Pengadilan Tinggi Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum

Kapolda Sulteng dan Pengadilan Tinggi Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum

2 November 2026
Buka UKW PWI Parimo, Erwin Burase Tekankan Profesionalisme dan Integritas Wartawan

Buka UKW PWI Parimo, Erwin Burase Tekankan Profesionalisme dan Integritas Wartawan

3 November 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d