MAKASSAR, theopini.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mendorong mahasiswa terus meningkatkan kapasitas diri selama menjalani masa perkuliahan agar memiliki keunggulan saat memasuki dunia kerja.
Ia mengatakan, mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan bukan hanya untuk mengejar gelar akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring dan membangun pengalaman yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia profesional.
“Selalu saya sampaikan, upgrade, upgrade terus. Jangan pernah berhenti untuk upgrade. Kenapa? Karena kita harus berada di posisi yang dipilih, bukan posisi memilih,” kata Munafri saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) di Makassar, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, kemampuan dan keunggulan yang terus dikembangkan akan membuat mahasiswa memiliki nilai lebih. Sehingga, tidak hanya menjadi pencari peluang ketika memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan berbagai pihak.
“Jangan kita yang disetir oleh keadaan. Kita harus punya posisi sendiri untuk melihat bagaimana keadaan sehingga kita yang dibutuhkan oleh keadaan,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa tidak alergi terhadap organisasi dan lingkungan sosial kampus. Sebab, pengalaman berorganisasi dan membangun relasi dapat membentuk kemampuan, sekaligus memperluas jejaring yang bermanfaat di masa depan.
Ia pun membagikan pengalaman ketika menjalani pendidikan sambil bekerja. Ia mengaku pernah menjadi penyiar radio dan harus mempelajari berbagai kemampuan secara mandiri untuk menunjang pekerjaannya.
“Pola pengembangan diri yang kita lakukan, silakan mengembangkan diri sesuai dengan apa yang kita inginkan. Supaya apa? Kita punya bargaining yang kuat dengan keadaan,” tuturnya.
Selain membangun kapasitas pribadi, ia mengajak mahasiswa FT UNM melihat Kota Makassar sebagai ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pembangunan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Sehingga datang di Makassar tidak hanya kuliah, tapi juga membantu pemerintah untuk melaksanakan program-program yang dibangun oleh pemerintah,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran formal, salah satunya Makassar Creative Hub (MCH).
“Silakan datang, mau belajar apa pun di sana. Mau fokus belajar coding, mau jadi make-up artist, mau jadi barista dan sebagainya. Ini tidak dipungut biaya satu peser pun,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun Kota Makassar.
Pemerintah membutuhkan kontribusi akademisi dan mahasiswa untuk melahirkan gagasan serta inovasi dalam menjawab persoalan perkotaan.
“Pemerintah Kota Makassar terus membangun kerja sama, terus meminta arahan, terus meminta support dari kampus-kampus, dan salah satunya kampus yang sering kami membangun interaksi adalah UNM,” ujarnya.
Ia berharap, 1.888 mahasiswa baru Fakultas Teknik UNM dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat serta melahirkan gagasan baru yang menjawab tantangan pembangunan kota.
Munafri mengingatkan mahasiswa untuk tetap menjaga etika dan menghormati orang tua, dosen, serta lingkungan di tengah upaya mengejar prestasi dan mengembangkan kemampuan.
“Insyaallah di antara orang-orang yang hadir di sini akan muncul pemimpin-pemimpin bangsa kelak di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati












