PARIMO, theopini.id – Penyaluran bantuan pangan pemerintah tahap kedua tahun 2026 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah Tengah dijadwalkan mulai 24 Agustus 2026.
Sebanyak 69.832 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 278 desa dan lima kelurahan pada 23 kecamatan menjadi penerima bantuan bantuan tersebut.
Bantuan diberikan untuk periode Juni hingga September 2026 dengan alokasi beras 10 kilogram per KPM setiap bulan.
Untuk tahap kedua ini, bantuan tiga bulan akan disalurkan sekaligus, sehingga masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram beras.
“Bantuan pangan ini adalah periode 2026 tahap dua. Tahap dua itu Juni sampai dengan September. Jadi penerima mendapatkan 10 kilogram per bulan, sehingga tiga bulan sekaligus diterima sebanyak 30 kilogram,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Hj. Sofiana Pandean, saat diwawancarai, Jum’at, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, distribusi awal akan dilakukan dari wilayah Moutong dan kemudian bergerak ke wilayah selatan Parimo. Penyaluran mengikuti jadwal dan surat dari Bulog Wilayah 3 Sulawesi Tengah.
Beras akan didistribusikan melalui sejumlah gudang Bulog di Kabupaten Parimo, di antaranya Gudang Bulog Tolai, Olaya dan Ongka Malino.
Pemerintah daerah (Pemda) Parimo menargetkan seluruh penyaluran rampung, paling lambat 30 September 2026.
Selain penyaluran kepada KPM, pemerintah daerah juga menyiapkan penyerahan bantuan secara simbolis di lima titik yang ditetapkan berdasarkan arahan Badan Pangan Nasional.
Salah satu lokasi penyerahan simbolis berada di wilayah rawan pangan kawasan pegunungan. Kegiatan tersebut, dijadwalkan berlangsung 29 Agustus 2026 dan akan diserahkan langsung oleh Bupati Parimo.
“Lima titik itu daerah rawan pangan di pegunungan, yaitu Bambasiang, Ogoalas, Patingke, Lombok Barat. Itu akan diserahkan langsung oleh Bupati Parimo pada tanggal 29 Agustus dan sudah terjadwal dengan Bulog Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Penerima Berkurang Dibanding 2025
Sofiana mengungkapkan, jumlah penerima bantuan pangan 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, penerima tercatat sebanyak 72.863 KPM, sedangkan tahun ini menjadi 69.832 KPM.
Data penerima menggunakan kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data by name by address dari Dinas Sosial yang telah diolah Kementerian Sosial.
“Data ini menggunakan desil 1, desil 2 sampai desil 4, berdasarkan data by name by address dari Dinas Sosial yang diolah oleh Kementerian Sosial,” jelasnya.
Ia menyebut, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Beras Lokal Dipastikan Berkualitas
Ia memastikan kualitas beras yang akan disalurkan telah diperiksa sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan bersama Bulog dan unsur terkait melakukan pengecekan kualitas beras di gudang pada pekan sebelumnya.
“Alhamdulillah dengan pengecekan kualitas beras yang akan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat, berasnya bagus dan merupakan beras lokal,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, beras dalam kondisi baik, tidak banyak patahan dan tidak ditemukan butiran yang menghitam. Berat beras juga dipastikan sesuai alokasi, yakni 10 kilogram per penerima.
Pengawasan, kata Sofiana, tidak hanya dilakukan di gudang. Dinas Ketahanan Pangan Parimo telah membentuk tim untuk memantau proses penyaluran hingga ke 278 desa dan kelurahan.
Ia juga meminta camat dan kepala desa membantu mempercepat proses distribusi agar bantuan segera diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Ini tinggal beras saja. Mudah-mudahan bisa terealisasi segera,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














