PARIMO, theopini.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan pembangunan delapan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada 2026. Total pembiayaan pembangunan tersebut, mencapai sekitar Rp36,7 miliar.
Menurut Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Parimo, I Made Kornelius, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas dan strategis nasional, yang digagas KKP untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Program ini, tentunya memiliki tujuan bagaimana memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara terintegrasi dan berkesinambungan sehingga pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” kata Made Kornelius dalam sambutannya saat kegiatan peletakan bantu pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, secara teknis Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan membangun sistem yang bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan begitu, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi simpul-simpul perekonomian baru di wilayah pesisir.
Ia mengatakan, pada akhir 2025 KKP telah mengalokasikan pembangunan satu kawasan KNMP di Desa Bolano Tengah, Kecamatan Bolano.
Pembangunan kawasan tersebut, diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan oleh nelayan di Desa Bolano Tengah dan wilayah sekitarnya.
Sementara pada 2026, KKP kembali mengalokasikan pembangunan delapan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Parimo.
Delapan lokasi tersebut, meliputi Desa Boyantongo, Desa Sausu Tambu, Desa Pelawa Baru, Desa Sienjo, Desa Laimanta, Desa Tada; Desa Dusunan, serta Desa Malalang.
Made menyebut total pembiayaan untuk pembangunan delapan kawasan tersebut mencapai kurang lebih Rp36,7 miliar.
Ia berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak berhenti pada 2026. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kawasan potensial di Parimo yang membutuhkan dukungan fasilitas serupa.
“Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak berakhir di tahun 2026 ini. Masih ada beberapa kawasan yang potensial yang masih memerlukan dukungan fasilitas seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang atau sementara kita bangun,” ujarnya.
Made juga menyampaikan apresiasi kepada KKP, khususnya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, atas dukungan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Parimo.
Ia turut mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Parimo yang dinilai aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk membawa program kelautan dan perikanan ke daerah.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana Bapak Bupati bersama Bapak Wakil Bupati begitu gigih berkoordinasi ke Jakarta mengkoordinasikan program kelautan dan perikanan sehingga program ini bisa sampai ada di Parimo,” katanya.
Made berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat nelayan sekaligus memperkuat perekonomian kawasan pesisir Parimo.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir, termasuk penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.
Baca berita lainnya di Google News
















