PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an, sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai tantangan sosial.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas manusia yang memiliki akhlak, integritas, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab,” tegas Erwin saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-17 tingkat Kecamatan Mepanga yang dipusatkan di Desa Kayu Agung, Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Menurutnya, MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik dalam membaca, menghafal, memahami maupun menghayati Al-Qur’an.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Erwin berharap, MTQ mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi dalam berbagai cabang perlombaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, penguatan nilai agama menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Generasi muda, kata dia, harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, sekaligus memiliki benteng moral agar tidak terjerumus dalam narkoba, minuman keras, pergaulan bebas maupun perilaku yang dapat merusak masa depan.
Selain menyoroti pembentukan karakter, Erwin juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Beberapa waktu terakhir, saudara-saudara kita di Kecamatan Parigi Utara dilanda banjir bandang yang mengakibatkan sekira 50 rumah terdampak dan warga harus mengungsi. Mari kita doakan semoga mereka diberi ketabahan dan segera pulih,” ujarnya.
Bupati Erwin juga mengingatkan masyarakat terkait imbauan pemerintah pusat mengenai kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo, telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kecamatan sebagai langkah antisipasi.
“Namun di wilayah selatan, justru hampir tiap hari hujan. Ini menjadi perhatian kita bersama, tetap waspada di mana pun kita berada,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak menyepelekan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk saat membakar lahan, tumpukan ranting maupun sampah.
“Jangan membuang api sembarangan. Pastikan api di lahan, tumpukan ranting, atau sampah benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Pengalaman lalu mengajarkan, kebakaran besar sering bermula dari kelalaian kecil,” imbaunya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Mepanga, Pemerintah Desa Kayu Agung, LPTQ, panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan MTQ.
Secara khusus, penghargaan disampaikan kepada Kepala Desa Kayu Agung bersama masyarakat setempat, yang menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Mepanga.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Agung, Eko Harianto, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Parigi Moutong dalam pelaksanaan MTQ tersebut.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi semangat dan kebanggaan tersendiri bagi kami semua. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada Bapak Bupati dalam memimpin daerah yang kita cintai ini,” ucapnya.
Eko juga mengapresiasi seluruh masyarakat, panitia, peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQ merupakan hasil dari kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Semoga keberhasilan kegiatan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, dan semakin mempererat ukhuwah islamiyah di antara kita,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














