PARIMO, theopini.id – Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih 30 tahun, Gedung Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Siloam Silutung, Klasis Parigi Utara, di Desa Silutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), akhirnya diresmikan Bupati H. Erwin Burase, Jum’at, 30 Oktober 2026.
“Atas nama Pemerintah Daerah Parigi Moutong, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Jemaat Siloam Silutung atas selesainya pembangunan gedung gereja ini,” ujar Erwin dalam sambutannya.
Menurutnya, pentahbisan dan peresmian gedung gereja tersebut bukan sekadar seremoni untuk menandai selesainya pembangunan, tetapi juga menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan serta hasil dari perjuangan dan kebersamaan seluruh jemaat.
Erwin mengungkapkan, pembangunan gereja tersebut membutuhkan waktu cukup panjang, yakni sejak 1996 atau kurang lebih 30 tahun hingga akhirnya dapat diselesaikan.
“Saya mendengar laporan dari ketua panitia tadi, bahwa proses pembangunan gereja ini memakan waktu yang cukup lama. Tentunya banyak cerita perjuangan, pengorbanan, tenaga, pikiran dan materi. Untuk itu, patutlah kita memberikan penghargaan dan apresiasi kepada panitia pembangunan, pimpinan gereja, pelayan Tuhan, donatur dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” katanya.
Selain mengapresiasi penyelesaian pembangunan gereja, Erwin juga menyoroti kehidupan toleransi antarumat beragama di Desa Silutung.
Ia mengaku, telah lama mengenal masyarakat setempat dan menilai hubungan antarumat beragama di desa tersebut terjalin harmonis.
Menurutnya, sikap saling membantu, menghargai dan bergotong royong menjadi contoh kehidupan bermasyarakat yang perlu terus dipertahankan.
Ia mengatakan, Parimo merupakan daerah dengan keberagaman suku, budaya, agama, serta adat istiadat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan tersebut.
“Kekayaan keberagaman ini harus senantiasa kita jaga dan rawat bersama. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan saling menghormati,” ujarnya.
Erwin juga mengapresiasi kontribusi Kepala Desa Silutung yang turut mendukung penyelesaian pembangunan gedung gereja tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk tokoh agama dan lembaga keagamaan, dalam menjaga kerukunan, sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Untuk itu, ia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat agar terus membangun komunikasi yang baik serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Perbedaan keyakinan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk bekerja sama dan saling membantu. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial serta memperkokoh persaudaraan sebagai anak bangsa dan daerah,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Erwin juga berpesan agar gedung gereja yang telah ditahbiskan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya iman, kasih, pengharapan dan pelayanan bagi jemaat maupun masyarakat sekitar.
“Kiranya dari tempat ini lahir pribadi-pribadi yang memiliki integritas, menjunjung tinggi nilai keagamaan, menghormati sesama serta berkontribusi dalam pembangunan daerah,” imbuhnya.
Khusus kepada generasi muda, ia berpesan agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya yang baik.
Ia berharap, momentum pentahbisan tersebut menjadi awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan gedung gereja tersebut diharapkan dapat menjadi tempat yang menghadirkan kedamaian, memperkuat iman, menumbuhkan kasih serta membawa berkat bagi masyarakat, khususnya di Desa Silutung.
Baca berita lainnya di Google News
















