PARIMO, theopini.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda empat kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Berdasarkan data sementara, luas area terbakar mencapai sekitar 42,5 hektare, sementara satu lokasi lainnya masih dalam pendataan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, Rivai, mengatakan penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat.
“Empat lokasi kebakaran tersebut masing-masing berada di Dusun IV, Desa Dusunan, Kecamatan Tinombo, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Desa Tuladenggi Sibatang, Kecamatan Taopa, serta Desa Kayujati, Kecamatan Ongka Malino,” kata Rivai dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD, luas area terbakar di Dusun IV, Desa Dusunan, sekitar 0,5 hektare.
Sementara di Desa Gunung Sari mencapai sekitar 30 hektare, dan Desa Tuladenggi Sibatang sekitar 12 hektare. Adapun luas kebakaran di Desa Kayujati masih dalam pendataan.
Rivai menjelaskan, kebakaran di Desa Dusunan diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Sedangkan penyebab kebakaran di tiga lokasi lainnya belum diketahui dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Dari empat kejadian tersebut, kebakaran di Desa Dusunan telah berhasil dipadamkan. Sementara api di Desa Gunung Sari, Desa Kayujati, dan Desa Tuladenggi Sibatang masih menyala berdasarkan laporan yang diterima BPBD Parimo. Upaya pemadaman terus dilakukan petugas bersama masyarakat.
Penanganan karhutla melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo, BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah, TNI Yon TP 917/MM, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, PMI, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat.
BPBD Parimo juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait, untuk mendukung penanganan kebakaran serta mengantisipasi meluasnya area terdampak.
Dalam upaya penanganan di lapangan, ketersediaan peralatan pemadam api menjadi salah satu kebutuhan mendesak.
BPBD Parimo mengimbau, masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering. Aktivitas tersebut, berpotensi memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.
Baca berita lainnya di Google News
















