the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Warga Air Panas Datangi Kediaman Pemodal PETI Kayuboko

the OPINIbythe OPINI
4 September 2022
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
4 September 2022
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Warga Air Panas Datangi Kediaman Pemodal PETI Kayuboko

Nurtia dan Andre perwakilan warga Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo mendatangi rumah pemodal PETI Kayuboko di Jalan Towua I, Kecamatan Palu Selatan, Minggu, 4 September 2022. (Foto : Istimewa)

Baca Juga

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

PALU, theopini.id – Perwakilan warga Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendatangi kediaman Ko Jefri, yang disebut-sebut sebagai pemodal Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kayuboko.

Warga mendatangani kediaman sang pemodal yang beralamat di Jalan Towua I, Kecamatan Palu Selatan, untuk menuntut ganti rugi atas dampak aktivitas PETI, yang dialami kurang lebih 50 Kepala Keluarga (KK) di Desa Air Panas.

Baca Juga : 3 Desa di Parimo Terendam Banjir, Warga Duga Akibat Aktivitas PETI

Sayangnya, keinginan perwakilan warga yang terdiri dari satu orang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Panas, dan satu orang warga terdampak, untuk bertemu dengan sang pemodal, tak membuahkan hasil.

Meski sedang berada di kediamannya, Ko Jefri enggan menemui mereka. Sehingga, penyampaian tuntutan ganti rugi berdasarkan hasil musyawarah itu, dititipkan kepada salah seorang karyawannya, yang mengaku bernama Putu.

“Tuntutan warga yakni, meminta ganti rugi sebesar Rp 250 juta per KK setiap terjadi banjir, perbaikan jalur sungai, jalan serta jembatan. Bahkan, warga meminta agar limbah tambang tak lagi dibuang ke sungai,” ungkap Anggota BPD Air Panas, Handri, di Palu, Minggu, 4 September 2022.

Menurut dia, PETI Kayuboko yang telah lama beroperasi di Desa Kayuboko, menimbulkan banyak kerusakan. Diantaranya, matinya hewan ternak, tanaman, hingga air sungai yang terus tercemari.

Sejumlah warga, termasuk dirinya mengaku kesulitan memanfaatkan lahan perkebunan yang tercemar. Padahal, kewajiban pembayaran pajak bumi dan bangunan setiap tahun dipenuhi.

Bahkan, warga tak bisa hidup tenang akibat banjir yang semakin sering melanda Desa Air Panas, meskipun di saat tidak dalam kondisi hujan.

“Biarpun tidak hujan, tetap kalau tiba-tiba tanggul di lokasi pertambangan jebol pasti banjir lagi,” tambahnya.

Handri pun mengaku, harus kehilangan alat perbengkelannya, akibat disapu banjir usai menyelamatkan anak dan istrinya.

Senada dengan itu, perwakilan warga Desa Air Panas, Nursia mengaku, sang pengelola PETI Kayuboko hanya memberikan dana sebesar Rp 1 Juta per KK, untuk biaya pembersian pasca banjir.

Padahal, banjir yang sering menerjang telah mengakibatkan rumah warga tak bisa lagi dihuni. Bahkan, harus kehilangan mata pencarian.

Warga pun khawatir, akan terjadi bencana alam yang lebih besar, karena aktivitas PETI Kayuboko terus meluas hingga mendekati titik air panas alami di desa setempat.

“Di Sungai atas desa kami itu ada air panas alami. Jika lubang yang mengeluarkan suhu panas itu tertutup pasir, akan berbahaya. Makanya warga sangat khawatir,” ujarnya.

Menurut Nursia, berbagai persoalan yang dialami warga Desa Air Panas juga disampaikan ke aparat desa Kayuboko, namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga : PETI Marak di Sulteng, Gubernur Diminta Segera Ambil Langkah Tegas

Anehnya, aparat desa setempat juga terkesan acuh dengan kondisi warganya, padahal kerusakan akses jalan dan jembatan telah mengakibatkan proses belajar dan mengajar di Sekolah Satu Atap (Satap) Air Panas tak lagi maksimal.

“Sekolah jadi sering diliburkan, karena sering banjir. Jalan dan jembatan juga rusak, dan sulit dilalui pelajar dan guru,” pungkasnya.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaAirPanas#GantiRugi#parigimoutong#PETIKayuboko#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Mobil Operasional di Sulsel akan Dialihkan Jadi Kendaraan Listrik

Next Post

Rp 400 Juta APBDes Bambalemo Tak dapat Dipertanggungjawabkan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

9 Oktober 2026
Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

8 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

10 Oktober 2026
Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

9 Oktober 2026
Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

7 Oktober 2026
BPBD Parimo Tanam Pohon di Sibalago untuk Mitigasi Erosi dan Longsor

BPBD Parimo Tanam Pohon di Sibalago untuk Mitigasi Erosi dan Longsor

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

9 Oktober 2026
Mahasiswa KKN Untad Palu Targetkan 200 Warga Parimo Ikuti CKG

Mahasiswa KKN Untad Palu Targetkan 200 Warga Parimo Ikuti CKG

9 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d