Diduga Buat Keterangan PCR Palsu, Dokter di Makassar Ditangkap Polisi

Theopini.id – Dokter kecantikan berinisial CH yang diduga pembuat hasil pemeriksaan tes Covid-19 PCR dan swab antigen palsu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap Polisi.

“Terungkapnya jasa pembuatan hasil tes PCR dan antigen palsu ini ketika ada seorang warga yang datang melaporkan kehilangan handphone (HP), pada Jumat 14 Januari lalu, ketika dirinya sedang melamar pekerjaan di klinik kecantikan HOB,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Rappocini, AKP Moh Arifin, dikutip dari CNNIndonedia, Senin 17 januari 2022.

Menurut dia, ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan bukti percakapan pemilik Klinik melalui WhatsApp yang menyebutkan adanya pembuatan hasil PCR, dan Antigen yang dibuat secara tidak resmi untuk penerbangan serta mengamankan berkas, diduga kuat terkait pemalsuan surat hasil pemeriksaan Covid-19 itu.

“Jadi waktu itu ada pelamar kerja yang masuk kamar mandi dan lupa HP-ya. Kemudian dia melapor ke polsek, lalu anggota ke sana dan melakukan pemeriksaan hingga kemudian ditemukan itu berkas yang diduga terkait pemalsuan,” kata dia.

Berdasarkan keterangan dari pemilik klinik kecantikan, CH pembuatan hasil pemeriksaan tes PCR dan Swab Antigen miliknya tidak resmi.

“Dia menerima jasa pembuatan hasil PCR dan Antigen secara tidak resmi atau fiktif, digunakan untuk persyaratan penerbangan dan CH mengerjakan pemalsuan dokumen itu,” jelasnya.

Arifin menyebutkan, PCR dan Swab Antigen itu dibuat dengan hanya mengirimkan identitas bagi masyarakat yang ingin membuat surat keterangan bebas Covid-19, tanpa harus melalui pemeriksaan. Namun, pembayarannya dilakukan terlebih dahulu.

“Biaya pengurusan PCR dan Swab Antigen antara lain PCR Rp700.000 – Rp900.000 dan Antigen Rp200.000 – Rp400.000. Pembayaran diawal melalui transfer kepadanya (CH),” bebernya.

Selain mengamankan seorang dokter kecantikan, kata Arifin pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, iPad, printer, monitor dan CPU serta tiga alat debit.

“Sementara, kasus ini telah ditangani di Polrestabes Makassar,” imbuhnya.***