SIGI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah, tengah memasuki tahap aksi 3 rembuk Stunting, sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan Stunting terintegrasi di wilayah setempat.
“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita, khususnya 1000 hari pertama kehidupan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang lama dan menerus,” ungkap Bupati Sigi, Mohamad Irwan saat menyampaikan sambutannya, Selasa, 5 Juli 2022.
Baca Juga : Pemda Parimo Ikuti Penilaian Kinerja Aksi Percepatan Penurunan Stunting
Menurutnya, anak-anak Stunting beresiko lebih tinggi mengidap penyakit degenerative, seperti kanker, diabetes dan obesitas.
Hal ini, disebabkan kebutuhan zat gizi mikro, dan makro dalam tubuh tidak terpenuhi secara maksimal. Sehingga, pembentukan fungsi sel tubuh serta lainnya tidak sempurna.
“Apabila kondisi seperti ini terus terjadi, akan mempengaruhi kualitas hidup anak-anak dan generasi yang akan datang,” ucapnya.
Irwan pun menegaskan, Stunting menjadi salah satu isu utama yang harus diselesaikan untuk mencapai pembangunan sumber daya manusia lebih berkualitas, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berdasarkan data hasil survei gizi balita Indonesia 2021, menunjukan prevalensi Stunting saat ini sebesar 27,67 persen.
“Melihat pencapaian ini, tentunya kita mempunyai harapan Stunting dapat terus turun hingga mencapai target 14 persen di 2024, dan tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat,” harapnya.
Langkah dilakukan kata dia, bersifat holistik dan saling terintergrasi, melakukan koordinasi yang kuat ditingkat pusat, serta petunjuk teknis jelas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga pemangku kepentingan.
Baca Juga : Bupati Irwan Paparkan 10 Program Lintas Sektor di HUT Kabupaten Sigi
“Permasalahan Stunting ini bersifat multidimensional, artinya bukan sebatas perihal kurang makan. Namun banyak determinan seperti permasalahan ekonomi, dimana soal kemiskinan, ada juga soal pendidikan, akses terhadap pangan, pola asuh bahkan santiasi air bersih,” pungkasnya.







Komentar