BANDUNG, theopini.id – Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memantau implementasi penggantian ternak terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Barat.
“Penggantian ternak ini sebagai upaya untuk mendukung pemulihan usaha peternakan sapi perah di Jawa Barat”, kata Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, Sutrisno, di Lembang, dikutip dari republika.co.id, Jum,at, 4 November 2022.
Baca Juga : 16 Dokter Hewan Dikerahkan Cegah PMK di Sulteng
Dia mengatakan, sapi perah merupakan ternak yang paling terdampak terhadap PMK sehingga legislatif menyetujui upaya pemerintah dalam meminimalisir dampak PMK pada sapi perah.
“Kami sudah menyetujui program Penanganan PMK melalui kegiatan penggantian ternak terdampak PMK yang dilakukan oleh pemerintah. Namun demikian pelaksanaannya tetap harus mengikuti peraturan yang berlaku,” ucap Sutrisno.
Dia pun menjelaskan, tujuan kunjungan kerja DPR, salah satunya untuk mendengar dan melihat langsung implementasi di lapangan. Termasuk akan memberikan solusi apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan penggantian ternak.
“Silakan segera saja peternak dan pemerintah daerah agar mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan sesuai prosedur. Mekanisme itu harus dipenuhi, sehingga pembayaran untuk penggantian dapat segera terealisasi,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan pemberian bantuan dalam keadaan darurat PMK diberikan kepada orang perseorangan atau peternak yang memenuhi persyaratan administratif dan kriteria hewan yaitu ternak yang mati atau tertular PMK yang dikenakan pemotongan bersyarat.
“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan ganti rugi, terutama untuk pencegahan dan pengendalian wabah PMK, serta untuk meringankan beban para peternak,” kata Nasrullah.
“Melalui bantuan pemerintah kita harapkan akan dapat mengurangi dampak kerugian ekonomi dan mendukung pemulihan ekonomi sub sektor peternakan, khususnya bagi para peternak,” ungkapnya.
Baca Juga : Mendes PDTT: Dana Desa Boleh Digunakan Tangani PMK
Nasrullah pun menyebutkan, saat ini jumlah ternak yang sakit PMK terus menurun sejak puncak kasus tanggal 26 Juni 2022.
“Penurunan kasus bulan Oktober dibandingkan bulan September 2022 adalah sebesar 27,84%,” ungkapnya.














