PARIMO, theopini.id – Sekretaris Jendral (Sekjen), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid, menghadiri peringatan HUT Transmigrasi ke-50 Unit 1 Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, di lapangan Desa Kotaraya, Senin, 12 Desember 2022.
Menurut, Taufik Madjid, sejak Indonesia merdeka kebijakan untuk menata penduduk seluruh penjuru tanah air diprioritaskan, dengan tujuan memperkuat integrasi Nasional.
Baca Juga : Mendes PDTT Panen Raya Varietas Padi yang Efektif Cegah Stunting
“Kemendes PDTT telah mendata, saat ini telah ada 2,2 juta warga transmigrasi, terdiri dari 92 juta jiwa, tersebar di seluruh Indonesia. Kementerian juga telah melakukan pengluasan transmigrasi di 119 kabupaten dan 7 provinsi,” terangnya.
Dia menjelaskan, transmigrasi di Indonesia telah berhasil membangun 3.608 satuan permukiman di 619 kawasan, diantaranya berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1.183 desa definitive.
Bahkan, sebanyak 385 eks satuan permukiman transmigrasi telah berkembang menjadi ibu kota kecamatan, serta 2 kawasan transmigrasi lainya menjadi ibu kota provinsi dan 104 sebagai ibu kota kabupaten.
Taufik Madjid menuturkan, ada sejumlah keuntungan dari program transmigrasi, yakni berhasil membuka keterisolasian daerah terpencil, dan mendorong pembentukan 2 ibu kota provinsi baru, yaitu mamuju, yang kini menjadi ibu kota Sulawesi Barat.
“Sulawesi Barat merupakan pengembangan dari kawasan transmigrasi. Selain itu, ibu kota Kalimantan Utara, Bulungan, juga lahir dari pengembangan kawasan transmigrasi,’ ungkapnya.
Kemudian, transmigrasi mendorong pembentukan ibu kota kabupaten/kota dan kecamatan. Tercatat, terdapat 104 permukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kabupaten/kota.
Baca Juga : Tuntaskan Infrastruktur Transmigrasi, Kemendes PDTT Gandeng PUPR
Kontribusi positif transmigrasi, kata dia, yakni mendorong terbentuknya desa-desa baru. Dari 3.055 desa baru yang terbentuk dari permukiman transmigrasi, 1.183 telah menjadi desa definitif diakui oleh pemerintah.
“Transmigrasi juga mendorong swasembada pangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penambahan luas areal pertanian pangan berupa ekstensifikasi. Bahkan, transmigrasi juga mendukung upaya ekspor non migas,’ tukasnya.
Sumber : Bagian Prokopim Setda Parimo















