PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), memberikan bonus kepada para atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Kabupaten Banggai beberapa waktu lalu.
“Sebagai atlet bonus ini jangan menjadi tujuan. Atlet adalah patriot kita, harus berjuang untuk kemajuan olahraga daerah,” ucap Bupati Parimo, H Samsurizal Tombolotutu, saat menyampaikan sambutannya, Senin, 26 Desember 2022.
Baca Juga : Porprov Sulteng, Parimo Geser Tolitoli dari Daftar Perolehan Medali
Menurutnya, empat tahun menuju Porprov berikutnya bukan waktu lama. Sehingga, para Cabang Olahraga (Cabor) harus kembali mempersiapkan diri, salah satunya dengan mendatangkan pelatih yang lebih berkualitas untuk para atlet.
“Sebelum Februari tahun depan, semua Cabor sudah harus mengajukan pada saya, berapa pelatih yang ingin didatangkan, semuanya akan dibiayai oleh Pemda,”ujarnya.
Bupati meminta kepada seluruh Ketua Cabor untuk mengusulkan Kabupaten Parimo ke propinsi sebagai tuan rumah dalam ajang seleksi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Tentunya dengan melihat ketersediaan fasilitas olahraga di Kabupaten Parimo, ditambah GOR pada Februari 2023 sudah bisa digunakan untuk kejuaraan nasional,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Parimo, Faisan Badja menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih seluruh atlet pada ajang Proprov Sulawesi Tengah di Kabupaten Banggai.
Menurut dia, ini merupakan salah satu kebanggaan, khususnya dalam mengangkat nama dan derajat Kabupaten Parimo.
“Kita bangga, meskipun diurutan kelima. Tapi kita murni menggunakan atlet daerah. Hal ini tentunya sesuai dengan pesan Bupati Parimo yang menginginkan penggunaan atlet daerah,” tukasnya.
Dalam penerimaan bonus ini, kata dia, peraih medali emas akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 12,5 juta, medali perak sebesar Rp 7 juta dan, medali perunggu sebesar Rp 5 juta.
Baca Juga : Cabor Taekwondo Sumbang Mendali Emas Ketiga untuk Parimo
Sementara, bagi atlet yang mendapatkan cedera berat saat mengikuti lomba, lanjutnya, akan bebas pembiayaan perawatan karena telah terdaftar dalam BPJS ketenagakerjaan.
Faisan berharap, Pemda dapat kembali memberikan bantuan untuk pembiayaan atlet yang akan mengikuti seleksi Pra PON.












