PARIMO, theopini.id – Usai kali berturut-turut meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan predikat pratama, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menargetkan predikat madya tahun ini.
“Iya, Kabupaten Parimo di 2022 raih penghargaan KLA predikat Pratama. Jadi tahun ini kami berupaya meningkatkan target menjadi tingkat Madya,” ungkap Sekretariat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Parimo, Kartikowato, di Parigi, Rabu, 1 Februari 2023.
Baca Juga : 3 Kali Berturut-turut, Parimo Raih Penghargaan KLA Predikat Pratama
Menurutnya, banyak indikator yang harus terpenuhi untuk mencapai predikat Madia tersebut, salah satunya angka penerbitan akte kelahiran anak.
Sebab, akte kelahiran merupan dokumen kependudukan yang dinilai penting, dan menjadi dasar anak diakui oleh Negara.
“Capaian kami tahun kemarin di angka 71 persen, berarti tersisa 29 persen anak-anak Kabupaten Parimo, yang belum memiliki akte kelahiran,” ujarnya.
Kemudian, kriteria dalam dalam mencapai penghargaan KLA predikat Madya, yakni mengurangi angka perpenikahan bagi anak di bawah umur, dan kasus Stunting.
Selan itu, berkurangnya kekerasan terhadap anak, baik fisik, dan seksual, juga menjadi indikator penilaian KLA.
Untuk mendukung target tersebut, kata dia, juga harus ditunjang dengan sarana dan prasarana, seperti sekolah ramah anak, Puskesmas rama anak, hingga masjid ramah anak.
“Sekolah ramah anak, harus sekitar 25 persen dari sekolah yang ada di Kabupaten Parimo,” tukasnya.
Terget pemenuhan syarat lainnya, lanjut Kartikowati, yakni pembentukan kecamatan dan desa layak anak untuk mendukung kabupaten layak anak.
“Alhamdulillah sekarang dengan menggunakan dana desa banyak anggaran-anggaran yang bisa digunakan untuk program kepedulian terhadap anak,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemda Parimo Perketat Syarat Rekomendasi Dispensasi Pernikahanan Anak
Saat ini, DP3AKB Parimo juga telah menjalin bekerjasama dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, dalam rangka menurunkan status gizi dan kematian ibu dan anak.
“Untuk itu harapan saya seluruh OPD terkait, media massa bisa bekerjasama membantu meningkatkan target kami, dari pratama menjadi madya,” pungkasnya.











